Indosat Berubah Menjadi Indosat Ooredoo

Perusahaan telekomunikasi publik PT Indosat mempublikasikan identitas baru sebagai Indosat Ooredoo pada hari Kamis 19  November 2015.

Presiden Direktur dan CEO perusahaan Alexander Rusli mengatakan  bahwa layanan digital akan menjadi DNA dari Indosat Ooredoo.

“Indosat Ooredoo bertujuan untuk menjadi nomor satu dalam pendapatan digital, nomor satu dalam pengalaman digital dan nomor satu merek digital bagi pelanggan,” katanya

Perusahaan mengatakan bahwa untuk mencapai itu, Indosat Ooredoo akan menawarkan layanan yang lebih mudah untuk mengakses, sederhana dan lebih terjangkau.

Penyedia juga meluncurkan layanan 4G LTE dengan kecepatan jaringan data dari 112 mbps.

Indosat Ooredoo menambah dua kali lipat outlet di seluruh negeri. Pelanggan juga dapat membeli pulsa melalui website Indosat Ooredoo ini.

Perusahaan mencatat 69 juta pelanggan pada akhir kuartal ketiga tahun ini. Penggunaan data juga tumbuh 155 persen pada kuartal ketiga tahun ini dari periode yang sama tahun lalu, dengan 19 juta pengguna Facebook aktif setiap bulan.

Alexander mengatakan perubahan itu dalam menanggapi permintaan publik untuk konektivitas digital yang handal.

“Dunia digital harus user friendly, sederhana dan mudah diakses. Kami akan membantu semua orang Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui layanan digital dan teknologi,” katanya.

Pengumuman rebranding itu dibuat pada hari Kamis dengan pengenalan logo baru. Qatar berbasis Ooredoo raksasa telekomunikasi memiliki saham mayoritas 65 persen di Indosat, dengan sisanya dimiliki oleh pemerintah (14,29) dan investasi publik (20,71).

Ketua Ooredoo Grup Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud al Thani mengatakan dalam pernyataan bahwa ia merasa gembira atas peluncuran merek baru. Perusahaan telah mengatakan itu adalah berkomitmen untuk menggunakan teknologi mobile untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di negara-negara di mana ia beroperasi.

Selain Indonesia, Ooredoo beroperasi di beberapa Timur Tengah dan negara Asia Tenggara, termasuk Myanmar.

Sheikh Abdullah mengatakan pemerintah Indonesia tampaknya memiliki visi yang kuat untuk mengembangkan layanan digital dan memberikan akses ke semua orang untuk ekonomi digital.

“Kami mendukung komitmen pemerintah dan akan bekerja keras untuk memberikan keuntungan dari dunia digital untuk semua,” katanya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyambut perubahan seperti yang ia harapkan perusahaan akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk industri digital di Indonesia.

Dia mengatakan secara terpisah bahwa Indonesia bertujuan untuk menjadi ekonomi digital terbesar di wilayah tersebut dengan US $ 130 miliar dari e-commerce pada tahun 2020

 

(Visited 503 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com