3 Broker saham SIAP Disuspen Bursa Efek Indonesia

PT Bursa Efek Indonesia akhirnya menghentikan sementara aktivitas 3 sekuritas dalam kasus transaksi gadai saham SIAP.

3 broker saham kasus SIAP  adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Reliance Securities, dan PT Millenium Danatama Sekuritas.

Tito Sulistio, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia menyebutkan tiga broker tersebut terbukti melanggar dalam kasus transaksi gadai saham PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP). Dengan transaksi  bernilai sekitar Rp400 miliar.

“Saya sedih sekali,  karena harus memberikan hukuman ke sekuritas yang paling tua dan pintar . Tapi, kami harus suspen karena mereka telahterbukti melanggar,” jelas Tito.

Namun Dirut BEI ini tidak  menyebut nilai transaksi rinci yang dilakukan masing-masing broker itu.

Tiga broker itu disuspensi setelah otoritas bursa melakukan investigasi transaksi gadai saham SIAP yang terjadi di pasar negosiasi.

Indikasi yang muncul yakni terjadinya transaksi semu. Saham SIAP sendiri sudah disuspensi.

“Tandatangan surat keputusan suspen tiga broker itu jam 2 pagi dini hari tadi. Siapa pun itu yang melanggar kami hukum,” ucapnya.

Efek dari suspen ini, seluruh nasabah dan klien dari 3 broker tersebut tidak bisa melakukan transaksi. Hal ini mengecewakan sejumlah investor retail yang terkena imbas dari suspend ini. Sejumlah nasabah mengungkapkan kekecewaannya karena menilai suspend ini tidak fair karena berimbas ke semua klien.

Pagi tadi sejumlah nasabah sudah berusaha mempertanyakan penyebab tidak bisa melakukan proses trading. Namun jawaban pihak sekuritas karena gangguan server. Sampai berita ini dimunculkan, akhirnya securitas tersebut memberikan penjelasan langsung melalui email nasabah yang terdaftar tentang suspen dari BEI.

Belum ada kejelasan informasi dari BEI sampai berapa lama proses suspen akan berlangsung.

Sebelumnya, BEI telah memeriksa delapan broker. Dengan demikian, total broker yang diperiksa mencapai 10 perusahaan. Dari delapan broker yang diperiksa, dua di antaranya dinyatakan gagal bayar. Sisanya masih ada kemungkinan kesalahan sistem.

BEI juga masih mengembangkan keterangan dari pemegang saham pengendali Sekawan. Sebelumnya, BEI telah memanggil pemegang saham pengendali Sekawan Intipratama pada Minggu (8/11).

Saat ini, pemegang saham Sekawan Intipratama yang tercatat adalah publik sebanyak 46,06 persen, Fundamental Resources Pte Ltd sebesar 32,33 persen, PT Evio Securities 7,99 persen, PT Asabri 6,99 persen, dan UBS AG Singapura 6,63 persen.

Menurut BEI total dana yang mengalami gagal bayar sekitar Rp 100 miliar.

Wawancara sebelumnya dengan manajemen SIAP klik disini

(Visited 5,239 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com