Beberapa fakta menarik dari saham SIAP

Data Bursa Efek Indonesia  menunjukan ada lonjakan nilai transaksi saham SIAP di pasar negosiasi dan pasar reguler. Sejak 4 Agustus 2014 hingga penutupan hari Rabu, 28 Oktober 2015, nilai transaksi di pasar negosiasi mencapai Rp20,3 triliun dengan jumlah saham mencapai 879,1 juta lot saham. Sementara nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp21,34 triliun dengan jumlah saham sebanyak 854,4 juta lot.

Padahal sebelumnya pada periode 1 Januari 2013 – 1 Agustus 2014 di pasar negosiasi hanya sebesar Rp3,3 juta, sementara di pasar reguler pada periode yang sama hanya Rp3,1 miliar. Tentu angka tersebut jauh di bawah transaksi SIAP lebih dari satu tahun terakhir ini.

Yang menarik tingginya transaksi selama 14 bulan terakhir ini tak terlepas dari aksi jual-beli yang dilakukan oleh sejumlah broker yang sama, seperti PT Valbury Asia Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Reliance Securities, PT Yuanta Securities, PT Woori Korindo, PT CIMB Securities, PT Succorinvest Gani dan PT Millenium Danatama.

Tercatat yang melakukan pembelian terbesar saham SIAP di pasar reguler sejak 4 Agustus hingga penutupan hari ini adalah Valbury sebanyak 123,6 juta lot saham atau setara dengan Rp3,03 triliun. Namun, CP juga tercatat sebagai penjual terbesar saham ini dengan melakukan aksi jual sebanyak 149,8 juta lot atau senilai Rp3,5 triliun.

Untuk di pasar negosiasi Danareksa yang tercatat sebagai pembeli sekaligus penjual terbesar saham SIAP. Danareksa membeli saham SIAP sebanyak 247 juta lot saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,06 triliun dan menjual 323 juta lot saham senilai Rp 7,87 triliun.

Anehnya lagi jika dihitung secara bersih (netting antara penjualan dan pembelian) transaksi yang dilakukan oleh broker penjual terbesar saham SIAP di pasar reguler ternyata juga merupakan pembeli terbesar di pasar negosiasi. Begitu pula sebaliknya, broker yang menjadi pembeli terbesar di pasar regular adalah penjual terbesar di pasar negosiasi.

Misalnya CIMB Securities (YU) menjadi salah satu pembeli terbesar saham siap di pasar negosiasi dengan memborong 62,3 juta lot saham senilai Rp1,5 triliun. Harga pembelian oleh YU rata-rata Rp251,7 per saham. Tapi YU juga tercatat sebagai penjual terbesar saham SIAP di pasar reguler, dengan melakukan aksi jual sebanyak 73,6 juta lot saham senilai Rp1,77 triliun. Harga rata-rata penjualan oleh YU sebesar Rp246,9.

Tidak hanya YU, di pasar negosiasi PT Reliance Securities (LS) juga melakukan pembelian sebanyak 73,2 juta lot saham SIAP senilai Rp1,4 triliun, pada harga rata-rata Rp200 per saham.

Namun, di pasar reguler LS menjadi penjual terbesar kedua saham SIAP, dengan melepas 53,6 juta lot saham senilai Rp1,06 triliun atau pada harga rata-rata Rp208,7 per saham.

Menurut informasi yang beredar , pemegang saham SIAP melakukan perjanjian pinjaman dengan sejumlah institusi keuangan menggunakan skema transaksi placement menggunakan saham SIAP.

Sumber ini mengaku selama ini pembayaran atas transaksi lancar, hanya dalam seminggu terakhir ini tidak ada pembayaran sehingga beberapa institusi keuangan melakukan penjualan di pasar reguler. Akibatnya harga saham SIAP jatuh hingga menyentuh Auto Rejection bawah dalam empat hari bursa berturut-turut.

Selama setahun terakhir, harga saham SIAP memang sangat fluktuatif. Data  menunjukan sejak 4-19 Agustus 2014 saham SIAP naik sebesar 74 persen menjadi Rp350 per saham. Tetapi mulai 4 September-10 Oktober 2014 saham SIAP merosot ke Rp136 per saham.

Saham SIAP terus mengalami fluktuatif harga saham, hingga pada akhir 2014, tepatnya 30 Desember harga saham SIAP melesat menyentuh level tertinggi secara year to date (YTD) menjadi Rp465. Namun sejak awal 2015 harga saham SIAP terus menurun.

(Visited 1,106 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com