BEI Segera Hadirkan Program Menabung Saham

Rumor Saham, BEI telah berbicara dengan 20 perusahaan sekuritas (broker) untuk melancarkan program menabung saham itu. “Secara prinsip 20 broker itu telah mendukung,” tutur Nicky di Jakarta, Rabu (28/10).

Lebih lanjut dia menjelaskan, program menabung saham adalah cara untuk mendorong investor membeli saham secara berkesinambungan. Nantinya, investor akan meminta broker untuk membeli saham yang telah dipilih secara teratur.

Menurut Nicky, secara prinsip konsep menabung saham sama seperti perilaku investor sekarang. Namun, dengan program tersebut maka broker nantinya memiliki fasilitas bagi investor.

Selama ini, calon investor banyak yang kesulitan untuk membeli saham karena tidak mengetahui caranya. Dengan fasilitas tersebut maka investor akan lebih mudah membeli saham karena saham yang ingin dibeli dapat secara otomatis dimiliki dengan mendebet dananya dari rekening saham.

“Nanti pilihannya bisa dibelikan oleh broker atau ingin membeli sendiri,” kata dia. Saham yang akan dibeli oleh broker nantinya adalah saham yang telah disepakati investor sebelumnya.

Dia mengungkapkan, inti dari program tersebut sebenarnya adalah gaungnya. Dengan begitu, wacana bagi investor untuk membeli saham secara rutin dapat terjadi. Konsep tersebut sebenarnya sama dengan menabung di bank, tetapi bedanya adalah yang dibeli saham.

Sekarang, baru dua broker yang telah memiliki fasilitas menabung saham. Namun, setelah diresmikan programnya pada pertengahan November tahun ini, diharapkan jumlah broker yang memiliki program tersebut bertambah.

Menuurut Nicky, modal awal untuk mengikuti menabung saham itu tidak besar. Karena sudah banyak juga broker yang modal awal pembuatan rekening sahamnya tidak besar.

“Jadi, investor tidak perlu bicara jutaan rupiah. Dengan Rp 100.000 pun bisa mengikuti program menabung saham, nanti investor menyisihkan uangnya Rp 100.000 per bulan untuk dibelikan saham,” ucapnya.

Dia berharap, program menabung saham mampu memperkuat investor domestik. Saat ini jumlah invesetor domestik meningkat dibandingkan sebelumnya. Porsi kepemilikan asing di pasar saham Indonesia sekarang sebesar 63,37 persen, lebih kecil dari sebelumnya sebesar 64 persen.

 

(Visited 280 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com