Dana Pensiun Pertamina Akusisi Emiten Properti Dan Migas

Rumor, Dana Pensiun Pertamina berencana akuisisi 40% saham perusahaan properti yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dapen Pertamina akan mengambil alih sekaligus. Ini berbeda dari rencana awal yang akan dilakukan secara bertahap.

“Kemungkinan tidak jadi dua tahap, tapi sekaligus masuk 40%. Karena begitu orang tahu Dapen Pertamina masuk, pasti akan langsung ramai,” kata Direktur Utama Dapen Pertamina M Helmi Lubis

Helmi mengatakan, perseroan berencana menuntaskan aksi tersebut pada pekan ketiga Desember 2015. Sedangkan final pricing bakal berlangsung pada pekan kedua Desember. Helmi mengakui adanya keterlibatan investor asing dalam aksi ini. Meski demikian, dia masih enggan membeberkan identitas perusahaan yang menjadi target akuisisi.

“Ini tidak ada semacam teken MoU atau seperti apa, yang ada hanya gentleman agreement. Terserah orang menerka selama ini ada yang bilang Hanson, BSD, atau apa, terserah saja,” ujar dia.

Dapen sempat mengkaji tiga perusahaan properti pengembang rumah tapak (landed house) guna memenuhi kebutuhan 46 ribu rumah pensiunan.

Adapun perusahaan yang merupakan target akuisisi memiliki lokasi perumahan di kawasan Tangerang, Banten. Nilai akuisisi perusahaan tersebut ditaksir mencapai Rp 800 miliar. Semula, Dapen Pertamina berencana mengakuisisi dalam dua tahap. Porsi masing-masing yakni sebesar 20%.

Helmi sebelumnya mengatakan, untuk mendapatkan harga akuisisi yang menarik, Dapen Pertamina akan memberikan penawaran untuk membeli 40 ribu unit rumah perusahaan tersebut. Dia mengungkapkan bahwa harga rata-rata rumah dari pengembang tersebut adalah Rp 500 juta.

“Jumlah pensiunan kita 46 ribu orang, dikalikan saja Rp 500 juta, penjualannya bisa Rp 2,3 triliun. Kita cari perusahaan yang banyak rumah tapaknya,” kata Helmi, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, pihaknya menyasar lokasi perumahan di pinggiran Jakarta, karena para pensiunan sudah tidak lagi aktif bekerja sehingga dicarikan lokasi yang jauh dari kesibukan ibukota. Apabila Dapen telah tuntas mengakuisisi perusahaan tersebut, Dapen Pertamina akan bekerjasama dengan Pertamedika untuk membangun rumah sakit di kawasan tersebut. “Rumah sakit menjadi salah satu hal penting bagi pensiunan,” tutur dia.

Berdasar pengamatan BeritaSaham24, beberapa perusahaan go publik  yang memiliki area di tangerang, banten adalah :

Bumi Serpong Damai (BSDE), perusahaan properti milik Grup Sinarmas. Kepemilikan lahan BSDE yang mencapai hampir empat ribu hektar, sebagian besar (2,318 hektar) terletak kawasan pengembangan BSD City, Serpong, Tangerang. Namun mengingat BSDE merupakan grup Sinarmas kecil kemungkinan akan dilepas, kecuali melalui mekanisme pasar.

Alam Sutera Realty (ASRI)  memiliki sebidang tanah seluas sekitar 20 hektar di Kecamatan Pinang, Tangerang, dari perusahaan properti lainnya yaitu Modernland Realty (MDLN). Saat ini ASRI adalah ‘penguasa’ Kawasan Pasar Kemis dan Pinang, dan dua-duanya terletak di Tangerang, tak jauh dari Serpong.

Dan satu pengembang yang patut mendapat perhatian khusus adalah BKSL (Sentul City). Karena pada tanggal 05 November 2015, tercatat ada pemegang saham baru yang melakukan pembelian menggunakan EFG Bank AG, Singapore Branch. Dengan jumlah kepemilikan saham yang sebelumnya 0% langsung menjadi 7.18%.

 

Dapen Pertamina juga berencana mengakuisisi dua emiten migas. Menurut Helmi, proses akuisisi kedua perusahaan tersebut telah dimulai. Namun, terpaksa tunda hingga kuartal I – 2016. “Tidak akan selesai tahun ini. Statusnya kami pending karena kondisi yang tidak memungkinkan,” kata dia.

Helmi sebelumnya menyatakan, perseroan tidak akan membeli saham sebanyak-banyaknya pada kedua perusahaan tersebut, tetapi Sugih Energy akan menjadi pemegang saham pengendali kedua perusahaan itu.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa perseroan membidik kepemilikan saham sebesar 20% dan 40% pada masing-masing perusahaan target akuisisi. Saat ini proses pricing harga sahamnya masih berlangsung.

Meski begitu, Helmi mengakui bahwa masih ada kemungkinan akuisisi dua perusahaan migas itu tidak melalui Sugih Energi, tetapi sebagian melalui Dapen Pertamina langsung. “Itu tergantung bank pemberi kredit,” jelas dia.

Helmi menjelaskan, untuk memuluskan rencana akuisisi tiga perusahaan, Dapen Pertamina bakal menyiapkan dana sebesar US$ 200 juta dan Rp 800 miliar. Dana itu berasal dari pinjaman sejumlah bank.

Selain mendapatkan tawaran pinjaman untuk akusisi, Sugih juga mendapatkan tawaran pinjaman sebesar US$ 200 juta untuk mengembangkan kawasan tambangnya.

Lebih jauh, Helmi mengatakan, Dapen Pertamina berencana meningkatkan kepemilikannya pada PT Elnusa Tbk (ELSA). Perseroan akan meningkatkan kepemilikan hingga 20%. “Kami berencana melengkapinya sampai 20%. Sekarang hanya 18%, maka sekitar 3% lagi akan kami beli di pasar saja,” ujar dia.

(Visited 3,710 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com