Ekspansi PTPN X Merambah Bisnis Kemasan

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X merupakan salah satu BUMN yang diperkirakan akan melantai di bursa saham di 2016.

Dan PT Dasaplast Nusantara, anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, yang bergerak di bisnis karung plastik atau kemasan kini tengah bersiap membangun pabrik baru senilai Rp 23 miliar. Pabrik anyar ini akan memproduksi kemasan fleksibel (flexible packaging) untuk produk makanan dan consumer goods.

Menurut Direktur Keuangan, CFO PT Dasaplast Nusantara, Murdwijanto SE SH , pasar di segmen kemasan fleksibel masih sangat besar dan terbuka. “Industri makanan dan minuman adalah industri yang tak ada matinya. Pasar itu yang kami bidik. Ada kemasan kacang, kecap, teh, minuman bersoda, minyak goreng, dan sebagainya. Marjin produk kemasan fleksibel ini juga lebih bagus,” ujarnya di Surabaya,  (20/10).

Pabrik baru itu berlokasi di wilayah Tulangan, Sidoarjo, dalam kompleks Pabrik Gula Toelangan milik PTPN X sebagai induk usaha Dasaplast. Total dana yang disiapkan mencapai sekitar Rp 23 miliar yang terdiri atas investasi Rp 16,3 miliar untuk pembelian sejumlah mesin dan modal kerja Rp 7 miliar.

Mesin-mesin yang akan dibeli antara lain high speed auto rotogravure printing, dry laminating, center winding slitter/rewinder, dan bag making. “Dengan permesinan itu, kami bisa memproduksi kemasan hingga hampir 54 juta meter dalam setahun. Kami berharap tahun depan pabrik anyar itu sudah bisa beroperasi,” tandasnya.

PT Dasaplast Nusantara sendiri membidik pendapatan Rp 104 miliar di akhir 2015 ini. Hingga bulan Agustus, penjualan produk PT Dasaplast Nusantara mencapai Rp 56,3 miliar. Rinciannya, ekspor Rp 18,15 miliar dan penjualan lokal mencapai Rp 38,13 miliar. Raihan ini, naik 15,6 persen dibanding pendapatan di 2014 yang hanya mencapai Rp 90 miliar.

“Untuk tahun depan, kami mengincar pendapatan Rp 126 miliar. Kami optimistis target tersebut tercapai meski ekonomi melambat karena mayoritas pembeli kami adalah pasar yang telah lama bermitra dengan kami,” ujarnya.

PT Dasaplast Nusantara juga memiliki pabrik kemasan di Jepara, Jawa Tengah yang memproduksi pllastik polypropylene (PP) woven bag dan inner bag untuk karung berbagai komoditas, seperti gula, tepung, garam, pasir, pupuk, dan makanan ternak.

Selain itu, ada produk kantung leno mesh yang digunakan mengemas hasil-hasil pertanian. Ada pula produk waring agronet untuk melindungi budidaya tembakau.

“Kualitas karung kami sudah dipercaya pasar. Ada standardisasinya. Misalnya kami lakukan drop test dari ketinggian tujuh meter, dan hasilnya produk yang dikemas menggunakan produksi kami, tidak pecah. Kualitas mulai bahan baku (melt flow), benang, anyaman, printing, dan pengemasan kita perhatikan betul,” jelas Murdwijanto, Direktur Keuangan di sela sela kesibukannya.

Selain itu, masih kata dia, produk kemasan PT Dasaplast Nusantara telah dilengkapi dengan teknologi anti-slip yang dapat membuat kemasan mampu menahan bagian atas dan mengurangi risiko tergelincir.

“Hingga Agustus 2015, Dasaplast telah memproduksi 21,77 juta lembar karung, 8,37 juta lembar inner, dan 3,14 juta meter persegi waring. Secara berat, semua produk itu mencapai 2.063 kilogram di mana 750,3 kilogram di antaranya ditujukan untuk pasar ekspor,” tambahnya.

Ekspor utama PT Dasaplast Nusantara adalah produk karung dan warring. Untuk karung, 55 persen hasil produksi adalah untuk pasar ekspor. “Sasaran ekspor kita antara lain Jepang, Amerika Serikat, Italia, Lithuania dan Pakistan. Di Jepang, misalnya, selain untuk kemasan produk pertanian, produk kami dipakai untuk penanggulangan bencana alam,” kata dia.

Adapun untuk pasar dalam negeri, produk Dasaplast dipakai oleh sejumlah BUMN dan perusahaan swasta. Kehadiran unit bisnis diperkirakan akan meningkat nilai asset dan pendapatan PTPN X. Yang akan sangat membantu apabila melakukan proses IPO.

(Visited 1,011 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com