Investor Asing borong saham HM Sampoerna (HMSP) 800 juta USD

Rumor, Aksi investor asing membeli saham perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi kontribusi terhadap penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Berdasarkan informasi yang diperoleh, , investor asing telah membeli saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) senilai US$ 800 juta dan investor domestik US$ 600 juta.

Pembelian saham tersebut ikut membuat nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 13.521 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (9/10).

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Paul Norman Janelle mengatakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue HMSP senilai Rp 20,76 triliun menarik minat investor asing. Hal ini seiring kondisi pasar saham yang mulai menguat.

“Harga pelaksanaannya sebesar Rp 77.000 per saham, mencerminkan price to earning ratio (PER) hingga 29 kali,” paparnya.

Paul Norman Janelle mengatakan perseroan mendapatkan respons yang cukup bagus dari para investor, setelah melakukan roadshow ke sejumlah negara. Pihaknya sempat menyambangi Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat (AS). Di AS, perseroan menyasar investor-investor yang berbasis di Boston, New York, dan San Francisco.

Dia menjelaskan, aksi penerbitan saham baru sebanyak 269 juta unit ini merupakan upaya emiten memenuhi peraturan batas minimal saham yang beredar di publik (free float) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 7,5 persen. Perseroan sebenarnya tidak memiliki kebutuhan dana mendesak untuk membangun pabrik baru.

Setelah rights issue ini, kepemilikan saham Philip Morris Indonesia akan berkurang menjadi 92,5 persen dari 98,18 persen. Sedangkan kepemilikan saham publik akan bertambah menjadi 7,5 persen dari 1,82 persen.

HM Sampoerna menunjuk Citigroup Global Markets, Credit Suisse, dan Mandiri Sekuritas sebagai joint book runners dan joint lead underwriter. Sementara itu, Goldman Sachs dan JP Morgan bertindak sebagai joint global coordinator.

“Setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham, periode perdagangan baru ini dimulai pada 26 Oktober dan berakhir pada 30 Oktober 2015,” paparnya.

BEI mengharapkan, aksi pemenuhan syarat free float tersebut dapat diikuti oleh emiten lain yang memiliki free float minim atau di bawah ketentuan. Hingga kuartal IV-2015, BEI belum berniat mengubah tenggat waktu pemenuhan free float, yang jatuh pada Januari 2016.

 

(Visited 1,364 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com