IPO Wika Gedung 2016

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung atau Wika Gedung berencana melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada semester II-2016. Anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tersebut bakal melepas 30% saham, dengan target  Rp 1 triliun. Langkah ini akan menyusul anak usaha PT Wijaya Karya Beton yang sudah terlebih IPO dan menuai sukses.

“Target dana pada kisaran yang sama dengan rencana IPO Wika Realty sebelumnya Rp 1 triliun. Hanya porsi saham yang dilepas lebih kecil dibandingkan Wika Realty, karena memang gedung lebih besar,” kata Direktur Keuangan Wika Adji Firmantoro

Adji menegaskan, Wika selaku induk usaha akan lebih memprioritaskan untuk mengantarkan Wika Gedung melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan memanfaatkan momentum tingginya serapan belanja pemerintah pada proyek-proyek infrastruktur.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan Wika Suradi Wongso mengatakan, perseroan berencana melakukan pemisahan usaha (spin off) departemen gedung yang saat ini di bawah Wika. Nantinya, departemen yang khusus menangani konstruksi gedung tinggi (high rise) tersebut bakal digabung ke dalam Wika Gedung.

“Sebelum IPO akan kami gabung dulu ke Wika Gedung supaya jadi besar. Apalagi masih ada kontrak carry over yang cukup besar. Baru setelah spin off, kami dorong IPO,” papar dia.

Suradi menambahkan, Wika Gedung merupakan anak usaha perseroan yang memberikan kontribusi terbesar kedua setelah PT Wika Beton Tbk (WTON) terhadap laba bersih konsolidasi Wika. Adapun kontribusinya mencapai 20% dari total laba bersih perseroan.

“Makanya kami dorong bisa berikan kontribusi di atas 20%, bisa di atas Rp 200 miliar. Baru akan kami lepas untuk IPO,” ujar dia.

Lebih jauh, Suradi menjelaskan, tertundanya rencana IPO Wika Realty disebabkan masih terbatasnya cadangan lahan (landbank) yang dimiliki perseroan, yakni sekitar 150 hektare (ha). Belum lagi ketatnya kompetisi di industri tersebut membuat perseroan urung mengantar anak usaha di bidang properti tersebut untuk melantai dalam waktu dekat.

Menurut Suradi, perseroan belum menargetkan rencana IPO Wika Realty. Sementara ini, perseroan bakal fokus untuk menggelar IPO Wika Gedung.

Seperti diketahui, emiten konstruksi pelat merah tersebut semula berencana untuk melepas 35-40% saham Wika Realty ke publik. Perseroan menargetkan dapat mengantongi tambahan permodalan sebesar Rp 1 triliun melalui aksi tersebut.

(Visited 3,631 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com