Jasamarga JSMR Investasi $1B Di 2016

Rumor saham,  PT Jasa Marga Tbk (JSMR) sedang mempersiapkan investasi hingga Rp 14 triliun ($ 1029000000) untuk membangun tujuh ruas jalan tol baru di Trans Jawa tol dan jalan tol Trans Sumatera.

Perusahaan ini sekarang memiliki 987 kilometer (km) dari pengusahaan jalan tol, yang 590 km telah beroperasi dan 397 km akan mulai beroperasi pada tahun 2018.

Direktur Keuangan Reynaldi Hermansjah mengatakan, pada briefing dengan investor di Investor Summit 2015, perseroan menargetkan untuk memiliki 1.300 km dari pengusahaan jalan tol pada tahun 2020. Pada tahun yang sama, pendapatan Jasa Marga diperkirakan mencapai Rp 19 triliun dari target 2016 ini Rp 8,6 triliun.

Ia mengatakan, saat ini perusahaan sedang mengambil bagian dalam tender untuk membangun jalan Manado-Bitung tol di Sulawesi Utara dengan panjang 39 km dan perkiraan biaya Rp 3,4 triliun dan jalan tol Pandaan-Malang di Jawa Timur dengan panjang 37,6 km dan total biaya Rp 4,0 triliun.

“Kami juga berencana untuk mengusulkan pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II (di daerah Jabotabek) dengan panjang 64 km ke pemerintah,” kata Reynaldi.

Pembiayaan proyek, kata dia, akan datang dari internal Rp 4 triliun serta pinjaman.

Jasa Marga diperkirakan akan mendapat suntikan modal sebesar Rp 1,25 triliun dari pemerintah di 2016 melalui APBN untuk membantu mendanai proyek.

Dalam sembilan bulan hingga September, Jasa Marga membukukan laba bersih sebesar Rp960.30 miliar, turun 9,4 persen dari Rp1,06 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini sejalan dengan 6,8 persen penurunan pendapatan untuk Rp6.26 triliun dari Rp6.72 triliun pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sedang mengembangkan ruas tol Depok-Antasari di wilayah Jabodetabek, ruas jalan tol Kuala Namu-Tebing Tinggi di Sumatera Utara dan Solo-Ngawi-Kertosono di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bersama-sama dengan yang lain negara kontraktor jalan tol PT Hutama Karya, Waskita telah diberikan hak oleh pemerintah untuk mengembangkan 2.700-kilometer panjang jalan tol Sumatera Trans dengan total investasi sekitar Rp 27 triliun yang terbagi menjadi empat bagian dan proyek jalan tol Trans Jawa dengan biaya total Rp 13 triliun.

Hutama Karya telah menerima suntikan modal dari Rp3,6 triliun dari APBN pemerintah 2015 sementara Waskita menerima Rp 2 triliun.

Selain jalan tol, Jasa Marga juga mencari cara untuk meningkatkan pendapatan non-tol sekitar Rp 600 miliar. Hingga kuartal pertama, Unit pendapatan PT Jasamarga Properti yang mencapai Rp 11430000000.

Jasa Marga mengharapkan unit propertinya untuk IPO dalam lima tahun ke depan. Jasamarga Properti saat ini memiliki sekitar 18 hektar lahan di Jabodetabek dan Sidoarjo di Jawa Timur dan diharapkan untuk meningkatkan lahan 60 hektar di lima tahun ke depan.

Anak usaha  lain, PT Jasa Layanan Pemeliharaan adalah  mengembangkan bisnis serat optik yang dapat berkontribusi pendapatan hingga Rp800 miliar pada 2020. Tahun lalu JLP menggapai  Rp157.9 miliar dalam penjualan.

(Visited 648 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com