Kerjasama ANTM dan Australia Newcrest Mining Limited

PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) dan perusahaan tambang asal Australia Newcrest Mining Limited telah menandatangani perjanjian kerjasama untuk mengidentifikasi peluang dan bersama-sama mengembangkan tujuh emas dan tembaga proyek di beberapa  daerah baru di Indonesia.

Kedua belah pihak – managing director & CEO Newcrest Sandeep Biswas dan Aneka Tambang direktur Johan Nababan – menandatangani heads of agreement (HOA di Jakarta, Senin (16 November).

Berdasarkan perjanjian tersebut, keduanya akan mengeksplorasi calon daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, Halmahera dan Kepulauan Maluku.

Menurut Nababan, Antam akan menyisihkan belanja modal (capex) sekitar Rp10 triliun ($ 735.290.000) pada tahun 2016. Sebagian dari belanja modal ini akan digunakan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan tambang emas dan tembaga baru.

Dia menambahkan perseroan berencana untuk menggandakan produksi emas dari 2,5 ton menjadi 5 ton pada tahun 2016 dan secara bertahap akan meningkat di masa depan.

Selain itu, Antam berencana membangun tiga pabrik mulai tahun ini hingga 2017 dengan investasi gabungan sebesar $ 3,5 miliar yang berlokasi di Kalimantan dan Maluku Island.

Salah satu proyek smelter utama adalah proyek Smelter Grade Alumina di Menpawah, Kalimantan Barat, yang membutuhkan investasi hingga $ 1,8 miliar dan akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 1,6 juta ton grade alumina per tahun.

Proyek smelter lainnya di Kalimantan adalah pengolahan Anode Slime dengan kapasitas 2.000 ton per tahun.

Di Halmahera Timur, Provinsi Maluku, Antam berencana membangun pengolahan feronikel dengan kapasitas total 40.000 ton TNi per tahun dengan total investasi $ 1,6 miliar.

Antam dan Newcrest telah bermitra lebih dari 16 tahun melalui usaha patungan tambang emas Gosowong, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). Pada tahun 2012, Antam mengakuisisi 7,5 persen  di tambang Gosowong dari Newcrest.

Setelah perjanjian tersebut, Newcrest memegang 75 persen dari PT NHM dan ANTAM memegang 25 persen.

Antam adalah 65 persen dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Efek Australia.

(Visited 508 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com