Kino Indonesia Incar Rp 1 Triliun Dari IPO

PT Kino Indonesia berharap meraih Rp1 triliun ($ 73.530.000) dari penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam sebuah pernyataan pers.

Credit Suisse, Deutsche Bank dan PT Indo Premier Securities book building pada Novemer 10 hingga 20 November.

Perusahaan menawarkan 228.600.000 saham baru atau setara dengan 16 persen dari modal diperbesar untuk umum mulai Oktober dengan kisaran harga antara Rp 3.750 sampai Rp 5.225 per saham.

Presiden Direktur Kino, Harry Sanusi menyatakan bahwa 27 persen dari hasil penjualan akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan sejenis, 50 persen untuk belanja modal dan 23 persen akan digunakan untuk modal kerja.

Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah positif, didukung oleh lonjakan kelas menengah dengan daya beli yang kuat, yang merupakan elemen penting untuk pertumbuhan bisnis Kino dalam jangka panjang.

Berdasarkan Euromonitor, belanja konsumen di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sehat pada CAGR 11,8 persen pada periode 2010-2014.

Hal ini disebabkan meningkatnya daya beli yang mendukung demografi penduduk. Sebuah laporan Bank Dunia telah memproyeksikan bahwa populasi segmen kelas menengah akan mewakili 80 persen dari total penduduk Indonesia pada tahun 2030.

Sebagai perusahaan asli Indonesia, produk Kino memiliki hampir satu juta tempat penjualan di 35 provinsi di seluruh Indonesia.

Kino juga memperluas jaringan dan mendirikan basis pemasaran dan hubungan dekat dengan distributor internasional di Asia, Australia, Timur Tengah dan Afrika.

Kino Group dan anak perusahaan meliputi, PT Duta Lestari Sentratama, yang berbasis di Singapura Kino International Pte. Ltd, Malaysia berbasis Kino Perawatan Sdn. Bhd., Kino Vietnam Co Ltd, Consumer Filipina Inc, PT Morinaga Kino Indonesia (perusahaan patungan dengan Jepang Morinaga Co Ltd).

Kelompok ini telah memproduksi dan memasarkan berbagai produk dan merek barang konsumsi di berbagai segmen pasar. Seperti produk perawatan pribadi, produk minuman (minuman kemasan) dan produk makanan dan produk farmasi.

Di semester 1 2015, penjualan Kino mencapai Rp 1,75 triliun, tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama di 2014 sebesar Rp 1,59 triliun.

(Visited 700 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com