Laba bersih Bank BNI Q3 2015 Turun

Anjiloknya kinerja BBNI pada Q3 2015 ini disebabkan oleh Beban Cadangan Kerugian penurunan nilai yang melonjak 93,35% menjadi Rp6,40 triliun dibandingkan Rp3,31 triliun pada periode yang sama tahun 2014, Pencadangan kerugian ini dibuat oleh Manajemen Perseroan untuk memperkuat fundamental keuangan dalam menghadapi gejolak ekonomi yang tidak menentu. Beban Bunga dan Syariah Perseroan mengalami peningkatan dari Rp8,02 triliun menjadi Rp8,29 triliun atau 3,37%, serta Beban Operasional lainnya meningkat dari Rp10,27 triliun menjadi Rp11,96 triliun.

Pendapatan bunga dan syariah perseroan meningkat sebesar 10,57% menjadi Rp26,99 triliun dari Pendapatan Bunga dan Syariah pada Q3 2014 yaitu sebesar Rp24,41 triliun, sedangkan Pendapatan Operasional menurun sedikit dari Rp6,53 triliun menjadi Rp6,41 triliun. Pendapatan terbesar perseroan berasal dari Pendapatan bunga yang pada Q3 2015 dan Q3 2014 masing-masing sebesar Rp40,34 triliun dan Rp34,03 triliun.

Selain pendapatan dari perbankan, BNI juga memiliki pendapatan dari Asuransi, dengan pendapatan Premi mengalami lonjakan 99,02% menjadi Rp2,03 triliun pada Q3 2015 dari pendapatan pada periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp1,02 triliun, sedangkan Beban premi mengalami peningkatan dari Rp925,57 miliar menjadi Rp1,24 triliun.

Total aset BNI pada Q3 2015 mencapai Rp456,48 triliun meningkat 9,58% dari total aset tahun 2014 yaitu sebesar Rp416,57 triliun, Total utang mengalami kenaikan dari Rp355,47 triliun tahun 2014 menjadi Rp392,82 triliun pada Q3 2015.

(Visited 500 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com