Manajemen Taxi Bantah Akusisi Oleh Investor Jepang

Disaat kondisi laba yang sedang menurun, harga saham TAXI  justru melonjak karena dikabarkan akan diakuisisi oleh perusahaan otomotif asal Jepang. Setelah  sebelumnya sudah diincar oleh grup Saratoga walaupun akhirnya gagal.

Tetapi ketika dikonfirmasi, manajemen membantah adanya rencana akuisisi yang akan dilakukan perusahaan otomotif asal Jepang. “Sampai sekarang masih belum ada informasi apa-apa dari pihak holding, jadi belum ada yang bisa dikonfirmasi mengenai hal tersebut,” ujar Merry Anggraini, Corporate Secretary TAXI.

Merry mengatakan manajemen masih berkonsentrasi terhadap kinerja keuangan yang menurun akibat dari pelemahan pertumbuhan ekonomi serta persaingan terhadap moda transportasi online.

Sebelumnya Direktur Keuangan Express Transindo David Santoso,  juga membenarkan jika aplikasi layanan transportasi online ikut menggerus laba perusahaan.

“Ini akibat pelemahan daya beli masyarakat dan itu berdampak kepada industri transportasi. Lalu ada juga efek dari transportasi online,” katanya.

Berdasarkan laporan keuangan periode Januari-September 2015, laba TAXI melorot 90 persen menjadi Rp11 miliar jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang masih bisa mengantongi laba hingga Rp109 miliar.

 

 

(Visited 477 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com