Peralihan kepemilikan saham TAXI

Peter Sondakh menjual kepemilikan sahamnya di PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) kepada sesama orang terkaya di Indonesia, Sandiaga Uno, senilai Rp1,2 triliun. Transaksi ini dilakukan di bulan April 2015.

Pengambilalihan yang akan dilakukan oleh perseroan, merupakan pembelian secara langsung oleh emiten berkode saham SRTG dari PT Rajawali Corpora.

Saat ini, Rajawali merupakan pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 51,0025% dari seluruh saham TAXI.

Pengambilalihan saham tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun jika dikalikan harga saham pada penutupan.

PT Rajawali Corpora sebagai pemegang saham pengendali perseroan tengah menjajaki kemungkinan adanya pengalihan seluruh saham-saham yang dimilikinya di dalam perseroan kepada Saratoga.

Di sisi lain, Sandiaga Uno juga tengah melego saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. (BEKS) yang  akan merger dengan PT Bank MNC International Tbk. (BABP) milik taipan Hary Tanoesoedibjo.

Perusahaan milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) segera mengakuisisi PT Bank Pundi Indonesia Tbk. (BEKS) milik Sandiaga Uno.

Direktur Utama MNC Kapital Indonesia Darma Putra mengatakan saat ini perseroan masih dalam tahap finalisasi dokumentasi atas perjanjian merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) dengan Bank Pundi.

Sandiaga Uno telah terlempar dari daftar 50 orang terkaya di Indonesia sejak tahun lalu menurut versi majalah Forbes. Pada 2013, Sandiaga Salahuddin Uno tercatat sebagai orang terkaya ke-47 di Tanah Air.

Adapun, posisi Peter Sondakh justru melesat menjadi orang terkaya ke-6 di Tanah Air dari tahun sebelumnya pada rangking ke-9. Kekayaan Sondakh, pemilik Group Rajawali tersebut, ditaksir mencapai US$2,3 miliar setara dengan Rp29,9 triliun.

(Visited 445 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com