Pertumbuhan Investasi Asing Indonesia Naik 17% Dipimpin Singapura

Indonesia telah mencatat 16,7 persen pertumbuhan investasi, baik domestik maupun luar negeri, dalam sembilan bulan hingga September mencapai Rp 400 triliun  dibandingkan dengan Rp 342 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut data dari Badan Nasional Indonesia Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi dalam negeri diwujudkan dalam periode sembilan bulan sebesar Rp133.2 triliun , naik 16,4 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Data BKPM menunjukkan bahwa Singapura berada di atas daftar sebagai negara investor terbesar di Indonesia dalam sembilan bulan hingga September membawa FDI dari $ 3.550.000.000. Arus masuk FDI utama termasuk Malaysia ($ 2.920.000.000), Jepang ($ 2.490.000.000), Korea Selatan ($ 1.000.000.000), Belanda ($ 908.000.000) dan AS ($ 853.700.000).

Di Q3 (Juli-September), investasi mencapai Rp140.3 triliun, naik 17,0 persen dari periode yang sama tahun lalu. Dalam periode tersebut, investasi dalam negeri yang sebenarnya mencapai Rp47,8 triliun, naik 14,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sementara FDI aktual sebesar Rp92.5 triliun, naik 18,1 persen.

BKPM Ketua Franky Sibarani mengatakan, realisasi investasi pada periode sembilan bulan yang diwakili 77 persen dari target tahun penuh BKPM sebesar Rp 519.500.000.000.000. Mengingat data kuartal ketiga, dia optimistis target tahun 2015  penuh akan dicapai, dibantu oleh paket kebijakan ekonomi baru-baru ini dikeluarkan oleh pemerintah.

Data di Q3 menunjukkan bahwa sektor listrik dan energi menyumbang pangsa terbesar dari FDI $ 1,1 milyar diikuti oleh sektor pertambangan ($ 900.000.000); perumahan, zona industri dan real estate ($ 800.000.000); logam dasar, produk logam, mesin dan elektronik ($ 700 juta); kimia, produk kimia dasar dan obat-obatan ($ 600.000.000).

Pada periode sembilan bulan, investasi asing terbesar pergi ke sektor pertambangan ($ 3,1 milyar); diikuti oleh transportasi, gudang dan telekomunikasi ($ 2,8 milyar); logam dasar, produk logam, mesin dan elektronik ($ 2,1 milyar); peralatan transportasi (US $ 1,6 miliar); dan gas, listrik dan air (US $ 1,6 miliar).I

(Visited 560 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com