Press Release BSDE 19 Oktober 2015

Hingga Kuartal III/2015, BSDE Raup Marketing Sales Rp4,6 Triliun

Bumi Serpong Damai akan meluncurkan produk-produk baru pada kuartal IV/2015 untuk memacu tambahan penjualan Rp2,9 triliun.
BSDE juga berhasil mencatatkan pertumbuhan marketing sales yang impresif sebesar 593% dari produk strate-title.
Capaian emiten properti dengan kapitalisasi pasar terbesar di antara emiten properti nasional tersebut hingga kuartal III/2015 setara dengan 62% dari target marketing sales pada tahun ini senilai Rp7,5 triliun.

“Tingginya minat konsumen atas produk residensial menjadi kontribusi utama penjualan BSDE. Hal tersebut tidak lepas dari keunggulan lokasi, konsep desain dan kelengkapan infrastruktur yang kami tawarkan seperti di BSD City sebagai kota mandiri terbesar di Indonesia,” ungkap Hermawan Wijaya, Direktur BSDE.

Menurutnya, secara historis raihan marketing sales konsisten melonjak pada kuartal terakhir setiap tahun. Sebagai contoh, hingga kuartal terakhir tahun lalu, marketing sales meningkat 30% menjadi Rp6,5 triliun dibandingkan dengan posisi pada kuartal sebelumnya. “Target awal kami hanya Rp6 triliun, tetapi kuartal IV/2014 ternyata cukup signifikan kenaikannya, sehingga target kami berhasil terlampaui,” ungkapnya.

“Kami akan meluncurkan produk-produk baru pada kuartal IV untuk memacu tambahan penjualan Rp2,9 triliun dan memenuhi target akhir tahun sebesar Rp7,5 triliun,” tuturnya.

Selain itu, situasi perekonomian domestik juga sudah memperlihatkan tanda-tanda pemulihan menuju arah lebih baik. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun mulai menguat.

Sepanjang pekan lalu hingga saat ini, nilai tukar rupiah telah kembali ke level Rp13.000-an per dolar AS dari sebelumnya yang sempat menyentuh level Rp14.700 per dolar AS. Pihaknya berharap tren positif tersebut terus berlanjut.

“Kami percaya sektor residensial merupakan kebutuhan utama baik untuk hunian maupun sebagai sarana investasi, terlebih indikator ekonomi seperti nilai tukar terus menunjukan grafik pertumbuhan yang positif,” kata Hermawan.

Secara terperinci, produk residensial masih menjadi tulang punggung marketing sales BSDE sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Segmen tersebut berkontribusi Rp3,2 triliun, atau 67% dari total marketing sales BSDE.

Sepanjang Januari-September 2015, BSDE berhasil menjual 1.690 unit produk residensial yang tersebar di beberapa proyek seperti BSD City, Nava Park BSD City, Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata dan Legenda Wisata Cibubur, Grand City Balikpapan, Taman Banjar Wijaya Tangerang serta Kota Bunga Bogor.

BSD City sebagai flagship proyek Sinar Mas Land berkontribusi sebesar 67% terhadap marketing sales residensial BSDE.

Adapun, kontributor terbesar kedua untuk produk residensial berasal dari proyek Nava Park, hunian eksklusif hasil kerja sama BSDE dengan Hongkong Land. Proyek itu memberikan kontribusi marketing sales sebesar 8% dari total marketing sales residensial BSDE.

Penjualan residensial terbesar ketiga dikontribusikan oleh proyek Grand Wisata Bekasi dengan nilai sebesar 6% dari total marketing sales residensial BSDE.

Di posisi berikutnya terdapat proyek Legenda Wisata Cibubur dengan kontribusi sekitar 4% terhadap produk residensial.

Segmen lain yakni rumah-toko (shophouse) juga menunjukan kinerja meyakinkan. Kontribusidari produk tersebut tercatat sebesar 14%. Hasil marketing sales segmen shophouse tumbuh 29% dibandingkan dengan raihan pada periode yang sama tahun tahun lalu. Raihan positif ini menjadikan segmen tersebut sebagai kontributor marketing sales terbesar kedua setelah residensial.

“Total kami berhasil menjual 2.298 unit properti baik itu residensial, kavling tanah maupun shophouse senilai Rp4,6 triliun pada sembilan bulan pertama 2015,” ujarnya.

Selain itu, hingga kuartal III/2015, Perseroan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan marketing sales yang impresif dari produk lain, yaitu segmen strate-title. Produk ini berhasil memberikan kontribusi marketing sales senilai Rp534 miliar atau meroket 593% dibandingkan dengan raihan marketing sales kuartal III/2014 senilai Rp77,15 miliar.

Hal ini sekaligus memberikan pembuktian bahwa produk BSDE masih mendapatkan permintaan dan tingkat kepercayaan tinggi dari konsumen, khususnya kualitas dan keunggulan lokasi yang ditawarkan BSDE.

-sekian-

Sekilas mengenai PT Bumi Serpong Damai Tbk

PT Bumi Serpong Damai Tbk merupakan pengembang BSD City, kota mandiri terbesar di Indonesia dan flagship project Sinar Mas Land seluas 5.950ha yang terdiri atas kawasan perumahan dan kawasan niaga terpadu. Pada awal tahun 2011, BSDE telah merampungkan proses akuisisi perusahaan terafiliasi yakni PT Duta Pertiwi Tbk, PT Sinar Mas Teladan dan PT Sinar Mas Wisesa. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja BSDE terutama portofolio pendapatan dan diversifikasi usaha BSDE.

Perkuatan portofolio pendapatan kembali dilakukan pada tahun 2013 melalui aksi korporasi berupa pembentukan tiga entitas anak hasil joint venture dengan beberapa mitra strategis baik itu internasional maupun nasional.

Ketiga entitas anak tersebut antara lain; 1) PT Bumi Parama Wisesa (BSDE & Hongkong Land) mengelola Nava Park, kawasan premium seluas 68ha yang ditata dengan konsep mixed used residensial bertemakan water resort, 2) PT Praba Selaras Pratama (BSDE & AEON Mall Japan) mengelola AEON Mall BSD City sebagai AEON Mall pertama di Indonesia yang menempati area lahan seluas 10 ha, alamat AEON Mall di   Jl. BSD Raya Utama, Desa Sampora Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang 15345, 3) PT Indonesia International Expo (BSDE & Dyandra) mengelola Indonesia Convention & Exibition (ICE) sebuah kawasan konvensi dan pameran terbesar di Indonesia yang menempati lahan seluas 22ha yang dikelola oleh Hannover Fairs International (anak perusahaan raksasa yang bergerak di bidang bisnis pameran dan konvensi Jerman Deutsche Messe AG) selaku operator gedung ICE.

Aksi korporasi terakhir dilakukan pada kuartal pertama 2015 dengan melakukan private placement senilai Rp1,65 triliun dan menerbitan obligasi berdenominasi dollar AS senilai US$225 juta melalui Entitas Anak. Dana segar yang diperoleh akan memperkuat cadangan kas Perseroan untuk mengembangkan dan meraih peluang-peluang bisnis yang potensial guna menjamin pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa mendatang.

Solidnya kinerja dan pertumbuhan BSDE dapat dilihat pada pertumbuhan laba bersih FY2014 (audited) sebesar 42% menjadi Rp3,82 triliun dibandingkan FY2013 yakni Rp2,69 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kuatnya penjualan unit-unit properti yang terbesar di Jabodetabek, Surabaya dan Balikpapan. BSDE tercatat sebagai emiten properti terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp33 triliun pada tahun 2014.

(Visited 153 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com