Proposal Restrukturisasi Saham BUMI

Rumor, Perusahaan tambang Grup Bakrie ini berniat meminta restu ke pemegang saham membereskan utang yang belum dibayar US$ 3,984 miliar atau sekitar Rp 55,8 triliun (kurs Rp 14.000/dolar AS).

Perusahaan tambang dengan cadangan batu bara terbesar di Indonesia itu, akan merestrukturisasi dan mengkonversi sebagian utangnya menjadi saham.

 

Rinciannya sebagai berikut:
Fasilitas bergaransi senior baru US$ 1,2 miliar. Dua trance utang yang sama (tidak termasuk obligasi konversi Castleford) dilunasi dalam waktu 5 tahun, bunganya 6-9% per tahun.
Konversi saham US$ 1,495 miliar. Konversi utang menjadi 32,5% saham di Bumi Resources dengan valuasi ekuitas tersirat sebesar US$ 4,6 miliar.
Fasilitas CIC/CDB US$ 630 juta. Konversi utang menjadi saham di perusahaan tertutup tertentu di Grup Bumi.
Fasilitas CIC US$ 150 juta. Konversi utang menjadi saham Bumi dengan harga sebesar Rp 250 per saham dengan transaksi CIC.
Fasilitas AXIS Bank US$ 141 juta. Sebanyak US$ 100 juta dilunasi melalui penjualan PT Fajar Bumi Sakti (FBS), dan sisa utang US$ 41 juta diperlakukan setara.
Obligasi Konversi Enercoal US$ 410 juta. Konversi menjadi Obligasi Wajib Konversi, yang wajib dikonversi menjadi saham Bumi dalam waktu 5 tahun.
Kreditur bisa mendapatkan saham di BUMI atau di salah satu anak usahanya yang merupakan perusahaan tertutup.

 

(Visited 1,355 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com