Ringkasan Berita 10 November 2015

• TLKM akan IPO-kan 3 anak usahanya, yakni Telkomsigma, Mitratel dan Admedika. Khusus Mitratel akan menjadi perusahaan Tbk tanpa melalui IPO, melainkan dengan menjalin kemitraan strategis bersama TBIG. Sebelumnya rencana Mitratel tukar guling saham dengan TBIG ditolak DPR.
• Antisipasi gagal raih PMN, WIKA pertimbangkan opsi lain berupa emisi obligasi berkelanjutan senilai Rp6t dan private placement sekitar 10% saham pemerintah diharga Rp2800 atau senilai Rp2.8t, Saat ini porsi saham pemerintah adalah 65.05% dan akan dipertahankan tidak kurang dari 55%.

• Setelah menjalin kerjasama dengan Trump dan Korea Land, KPIG juga jajaki kerjasama dengan perusahaan China utk bangun proyek wisata di Lido.
• BTEL klaim mulai cicil utangnya ke pemerintah senilai Rp1.2t dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak kepada Kementerian Kominfo.
• BBNI pilih opsi revaluasi aset utk memperkuat permodalan dan diperkirakan dapat terealisasi sebelum akhir tahun ini.

• Marketing sales BSDE hingga 9M15 mencapai Rp4.6t dan tetap patok Rp7.5t hingga akhir tahun mengandalkan penjualan lahan komersial di 4Q senilai Rp1.4t
• Selain dengan PLN, PTBA juga telah teken kesepakatan dengan Tenaga Nasional Berhad utk mengekspor listrik yg berasal dari PLTU 800-1200 MW di Riau mulai 2017.
• UNTR alokasikan capex 2016 Rp3t atau tidak berbeda jauh dengan capex 2015. Target penjualan alat berat juga kurang lebih sama dengan 2015 sebanyak 2000 unit. Meski turun, UNTR tetap jaga market share sekitar 40%.

• LPKR akan jual 3 asetnya senilai Rp2.2t melalui REIT di Singapura utk kejar marketing sales Rp5.5t tahun ini. Hingga September, marketing sales LPKR baru capai Rp2.9t
• DAJK targetkan akuisisi satu perusahaan kemasan selesai akhir tahun ini namun menunda akuisisi perusahaan stationary tahun depan.
• Dikala hampir semua industri melambat, SKBM makin ekspansif dengan merencanakan pembangunan 3 pabrik baru hingga 2017. Produsen makanan berbasis ikan dan udang tsb juga bermitra dengan 2 perusahaan Jepang utk memproduksi sosis ikan. SKBM incar revenue 2015 Rp1.62t, revenue 2016 Rp3.48t dan 2017 menjadi Rp5.58t.

• PBRX fokus garap pasar ekspor yg saat ini menyumbang 98.5% dari total revenue perseroan. Utk itu PBRX akan dirikan anak usaha di Vietnam, Kamboja dan Bangladesh serta akan bangun 3 pabrik baru tahun depan.
• Setelah meluncurkan Tolak Linu, Tolak Angin care dan Kuku Bima RTD pertengahan 2015 lalu, SIDO kembali akan keluarkan produk baru awal 2016.
• Prospektus: MYRX akan menerbitkan 1.53 miliar saham baru Seri C bernominal Rp110 dengan harga pelaksanaan Rp700 dari portepel tanpa HMETD, dimana Benny Tjokrosaputro yg saat ini adalah Dirut dan pemegang saham 10.49% saham MYRX akan menyerap seluruh saham baru tsb. RUPSLB utk agenda ini akan diadakan pada 16 Nov 2015.

• BBRI akan gelar RUPSLB pada 2 Dec 2015 utk meminta persetujuan akuisisi PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (Bringin Life).
• BMRI kaji right issue Rp20t pada 2018 utk perbesar modal dan kemampuan ekspansi perseroan.
• Pemerintah berencana menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) pribadi mulai awal 2016 melalui revisi UU PPh agar wajib pajak lebih nyaman melaksanakan kewajibannya membayar pajak.

• Permintaan kredit perbankan di kuartal IV mulai meningkat dan menumbuhkan harapan sejumlah bank bagi tercapainya target penyaluran kredit mereka di 2015.
• OJK kaji kenaikan batas minimal free float emiten menjadi 10-20% dari 7.5% saat ini agar transaksi di bursa makin bergairah.

(Visited 705 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com