Ringkasan Berita 11 November 2015

1. BJBR jajaki rights issue dan revaluasi ASet

2. Penjualan semen sentuh titik tertinggi. Penjualan semen domestic sepanjang Oktober 2015 mencapai 6.37 juta ton naik 10.7% dibandingkan bulan sama tahun lalu 5.75 juta ton. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2015

3. Desember, amnesty pajak berlaku

4. Pemeriksaan broker meluas

5. 2020, market Cap BBRI naik 100%. BBRI berencana mengakuisisi perusahaan pembiayaan (BTMU-BRI) dan Sekuritas. BBRI akan merevaluasi aset

6. LKPP hemat uang Negara Rp 83 T

7. 2016, bank BUMN akuisisi perusahaan switching sebagai bagian dari rencana integrasi mesin-mesin ATM milik bank BUMN pada 2016

8. Mataharimall.com luncurkan mega kampanye Loe Mau Apa?

9. TLKM hadirkan starbox untuk dukung UKM

10. Ekspor minyak sawit Oktober capai US$ 1.51 miliar atau 2.61 jut ton. Volume ekspor tersebut naik 11.6% dibanding September yang tercatat 2.34 juta ton. Permintaan yang meningkat dari Amerika Serikat, Tiongkok, India dan sejumlah Negara di Afrika telah mendongkrak ekspor minyak sawit dari Indonesia.

11. Jokowi resmikan kapal khusus pengangkut ternak

12. Penjualan mobil Oktober menurun 15%

13. BUMN dan BUMD dapat prioritas alokasi gas

14. PGAS: regasifikasi sebabkan harga gas tinggi di Medan

15. Perbaikan Tower listrik Palangkaraya segera selesai

16. Harga batubara November US$ 54.43 per ton, harga ini lebih rendah 5.15% dibanding HBA pada Oktober US$ 57.39 per ton

17. ASRI akan menjual lahan seluas 13 ha senilai Rp 2.9 T kepada sejumlah investor. Jelang akhir 2015 ASRI bidik Rp 5.4 T. Marketing sales ASRI didonminasi residensial dan komersial

18. Sementara itu emiten property lainnya BSDE telah merealisasikan akuisisi lahan seluas 42 ha atau senilai Rp 2.07 T hingga September 2015. BSDE optimistis meraih pendapatan Rp 7.3 T. BSDE berpeluang kehilangan marketing sales senilai Rp 800 miliar dengan ditundanya peluncuran tiga proyek baru 2015

19. TINS siapkan capex Rp 1 T tahun depan. Perseroan akan menggunakan pinjaman bank dank as internal untuk memenuhi kebutuhan tersebut. TINS memperkuat bisnis non-Timah. Per 30 September 2015 penjualan logam timah dan tin solder tercatat Rp 5.02 T

20. SIDO siapkan investasi Rp 235 miliar tahun depan. Sebagian besar akan dimanfaatkan untuk membiayai perluasan pabrik produk Tolak Angin existing di Klepu Semarang

21. SMBR alokasikan capex Rp 2.4 T

22. 2016 SSIA siapkan capex Rp 1.7 T. Perseroan menggunakan dana tersebut untuk mengakuisisi lahan di Subang, Karawang dan Bekasi Jawa Barat

23. Saham PPRO masih menjanjikan keuntungan seiring pesatnya pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan perusahaan. Target harga PPRO dipatok Rp 242. Dengan demikian, potensi gain saham anak usaha PTPP tersebut sebesar 21% dibandingkan harga kemarin Rp 200. PPRO siap emisi surat utang Rp 1.3 T

24. 10 bank danai TBIG US$ 275 juta. Total ini naik dari semula US$ 200 juta.

25. BBNI pertahankan kontribusi bisnis internasional 5%. BBNI berencana mengakuisisi bank dan persuahaan asuransi di 2016. BBNI akan revaluasi asset tahun ini

26. 2016, property tumbuh 10% lebih

27. 2016, perhutani sasar pendapatan Rp 6 T

28. Pupuk Indonesia jajaki IPO

29. Sebanyak 11 perusahaan produsen biodiesel ditunjuk untuk memasok biodiesel ke pertamina dan AKRA untuk periode November 2015 hingga April 2016

30. ADRO menantikan pinjaman sindikasi bank US$ 3.6 miliar untuk membiayai pembangunan dua PLTU

31. Pelemahan nilai tukar rupiah memberatkan beban emiten farmasi, termasuk KLBF karena sebagian besar bahan baku berasal dari luar negeri, sedangkan penjualan obat resep terus menurun karena setelah adanyan JKN obat generic jauh lebih banyak di cari. Untung saja KLBF tidak hanya bergantung dari penjualan obat resep. KLBF masih mengantongi pendapatan dari penjualan produk nutrisi dan makanan sehat. Alhasil emiten ini masih mencatat margin tinggi.

32. MIKA incar pertumbuhan laba bersih 17%

33. BMTR siapkan capex US$ 20 juta. Capex akan mengalir ke media berbasis iklan dan konten. Capex ini tidak termasuk untuk media berbasis pelanggan, yakni MSKY, dan PT MNC Kabel Mediakom

34. SRIL mengincar pasar baru di lima Negara (Kamboja, Peru dan tiga Negara lain di Asia serta Eropa)

35. Produsen Larutan Cap Kaki Tiga bidik dana IPO Rp 1.19 T

36. LTLS ekspansi perkuat produksi

37. ISSP mengandalkan baja otomotif. Selain baja otomotif, ISSP akan memasok baja untuk proyek energy

38. Pemerintah siap menawar harga saham Freeport

39. WTON alokasikan pembelian mesin Rp 350 miliar. wTON bidik kebutuhan tanggul laut Pipa Pancang. WTON kaji bentuk anak usaha bisnis supporting

40. Indeks penjualan riil atau IPR pada September mencapai 7.2% lebih tinggi dari realisasi pada Agustus yang mencapai 5.8%

41. WSKT tol segera perbaiki Kanci-Pejagan

42. KINO incar dana IPO Rp 1.26 T

43. Selama Januari-September 2015 DMAS menjual 90 ha lahan setara 90% target marketing sales tahun ini. Besarnya penjualan lahan disokong oleh penjualan 60 ha tanah kepada perusahaan otomotif AS General motors. Saat ini perseroan memiliki cadangan lahan seluas 1.800 ha

44. AJB Bumiputera raup Rp 4.5 T

45. BJTM incar buku III rencana bisnis bank 2016

46. BVIC berambisi masuk BUKU III

47. Secara keseluruhan volume produksi rokok tidak terlihat turun, karena terjadi down trading dimana konsumen beralih kepada rokok baru berharfa rendah. Berdasarkan peraturan yang berlaku suatu perusahaan atau pabrik tidak boleh mengeluarkan rokok jenis baru dengan harga lebih rendah dari yang telah di produksi

(Visited 550 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com