Ringkasan Berita 16 November 2015

Berikut beberapa berita yang dapat menjadi acuan investasi Anda:

• PPRO gandeng Hyundai garap proyek Grand Kamala Lagoon di Bekasi senilai Rp3t. Hyundai adalah satu dari empat mitra yg digandeng PPRO, yaitu KIJA, BKSL dan Pertamina. Hyundai akan bangun 2 menara apartemen berkapasitas 3000 unit.
• KAEF jajaki melepas 1.11 miliar saham atau setara 20% melalui right issue di 2016 dengan target perolehan dana sebesar Rp1.1t utk danai capex tahun depan. Namun right issue menjadi opsi terakhir setelah pinjaman dan plus MTN. Tahun depan KAEF berencana realisasikan pembangunan pabrik bahan baku obat dan pabrik garam farmasi.
• RALS bidik revenue 2016 sebesar Rp8.1t setelah memangkas target revenue tahun ini dari Rp8t menjadi Rp7.8t dan laba tumbuh 10% ditopang bisnis SPAR.

• WTON lunasi pokok dan bunga MTN I 2013 senilai Rp375m sehingga pinjaman berbunga berkurang dari total pinjamannya sebesar Rp1.54t.
• MYRX incar marketing sales Rp2.5t pada 2016 atau naik 67% dari target tahun ini yg sebesar Rp1.5t ditopang oleh produk hunian utk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
• Hingga saat ini BHIT belum realisasikan rencana penerbitan 10% saham baru tanpa HMETD meski telah peroleh persetujuan RUPS.

• KRAS pesimis penerbitan obligasi dapat menggantikan tertundanya pencairan PMN. KRAS cenderung memilih opsi pinjaman bank lokal dan penjualan sebagian saham pemerintah dari 80% saat ini. Lalu KRAS juga menunda restrukturisasi anak usahanya PT Krakatau Industrial Estate Cilegon dlm rangka IPO.
• BWPT akan bangun satu pabrik CPO berkapasitas 30 ton tandan buah segar per jam di Kaltim tahun depan. Saat ini BWPT masih dalam proses pembangunan 2 pabrik lainnya. Jika ketiga pabrik ini selesai, total kapasitas pabrik BWPT naik menjadi 505 ton TBS per jam dari 385 ton.
• ANTM raih pinjaman modal kerja baru senilai US$100jt dari BRI dan dapat menurunkan beban karena tingkat suku bunga yang lebih rendah.

• BRAU berusaha keras utk revitalisasi asetnya menyusul langkah NM Rothschild mengajukan permohonan pailit induk usaha BRAU, Vallar Investment UK Ltd, pada 24 September lalu.
• ELSA tengah ikuti tender pekerjaan seismik dan bidan terkait lainnya senilai US$10-15jt di Myanmar, Vietnam, Iran dan Irak.
• ENRG kini menguasai 100% (dari sebelumnya 50%) saham Blok Gebang, Sumut, dan mendapatkan perpanjangan kontrak pengelolaannya selama 20 tahun. Terkait gas, ENRG incar produksi gas 30jt kaki kubik per hari pada 2Q17 dari sebelumnya 3jt.

• Lesunya penjualan mobil dorong GJTL utk menjual ban kendaraan jenis lain, yaitu bus, truk dan sepeda motor. Tahun ini porsi penjualan ban GJTL ke pabrik motor Honda mencapai 20% atau naik dari 10% tahun lalu.
• ASGR akan masuk bisnis e-commerce mulai 1Q16 karena bisnis document, information, communication and technology tidak bertumbuh. Melalui AXIQoe.com ASGR akan melayani penjualan office supplies. ASGR juga tengah jajaki akuisisi perusahaan percetakan dan kemasan.
• Wika Gedung siap melepas 30% sahamnya melalui IPO tahun depan dan optimis program pemerintah membangun 10k rumah dapat menjadi ladang proyek bagi Wika Gedung.

• BIRD optimis revenue 2016 dapat meningkat 20% terutama jika ekonomi tumbuh diatas 5% karena menilai bisnisnya sangat bergantung pada kondisi ekonomi.
• Tahun depan BKSL akan fokus kembangkan kawasan bisnis dan perkantoran CBD Sentul City. Adapun proyek hunian yg akan dibangun adalah proyek apartemen 1500 unit bekerjasama dengan PPRO dan WSKT dilahan seluas 30ha. Marketing sales 2016 dipatok sebesar Rp1.5t atau naik 67% vs target tahun ini Rp900m.
• Menjawab tantangan persaingan usaha, TAXI gandeng salah satu operator telekomunikasi utk kembangkan aplikasi layanan pemesanan taxi online pada Januari 2016.

• ISSP akan ekspansi pabrik dan pergudangan senilai US$40jt tahun depan. Tiga pergudangan akan dibangun di Bali, Makassar dan Medan utk permudah akses perseroan terhadap konsumen.
• Laporan keuangan BIPI yg dirilis Jumat menunjukkan penurunan revenue 50.5% menjadi US$8.19jt sementara laba turun 88% menjadi US$2.74jt
• RAJA alokasikan capex 2016 sebesar US$40jt utk proyek PLTU di Jambi berkapasitas 100MW dan Banten sebesar 500MW.

• Prospektus IPO: PT Indonesia Pondasi Raya Tbk bergerak dibidang konstruksi pondasi akan lepas 303jt saham atau setara 15.13% modal disetor. Perkiraan jadwal penawaran umum 2-3 Dec dan listing 9 Dec 2015.
• Bank Indonesia perkirakan neraca perdagangan bulan Oktober kembali surplus sekitar US$1.5m atau lebih besar dari surplus bulan September yg sebesar US$1.2m
• Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di 3Q15 mencatat defisit US$4.6m vs US$2.9m di 2Q15 karena surplus pada transaksi modal dan finansial tidak mampu menutup defisit pada transaksi berjalan (CAD). Namun demikian CAD di 3Q membaik menjadi US$4m (1.86% GDP) vs US$4.2m (1.95% GDP) di 2Q.

* Fitch Ratings menilai deregulasi yang dilakukan pemerintah Indonesia pada sektor properti akan membutuhkan waktu hingga menimbulkan perbaikan permintaan yang signifikan dan berkelanjutan.Sebelumnya, dalam 24 bulan terakhir aktivitas pasar properti melemah karena pembeli potensial menunda pembelian dan pengembang properti menunda peluncuran proyek mereka.

Kondisi itu terjadi di tengah perlambatan ekonomi, beberapa kali kenaikan suku bunga BI rate sejak pertengahan 2013, dan ketidakpastian kebijakan. (Riset Fitch)

* Moody’s Investor Services menilai risiko politik Indonesia berada pada tingkat rendah (low) di antara negara anggota Asean. Risiko politik Indonesia ada di posisi ketiga, di bawah Thailand yang memiliki risiko politik moderate+ dan Kamboja yang risiko politiknya moderate-.

Lembaga pemeringkat global itu mencatat kondisi risiko politik Indonesia juga lebih rendah daripada negara Asia lain, yaitu India dan Filipina.

Tantangan yang sedang dihadapi Indonesia adalah permintaan dari Partai Golkar untuk mengetatkan aturan kepemilikan asing di perbankan serta keikutsertaan Indonesia dalam Trans-Pacific Partnership.

Moody’s juga mencatat bahwa pemerintah Indonesia sudah menyikapi perlambatan ekonomi dengan me-reshuffle kabinet kerjanya dan mengeluarkan paket stimulus ekonomi. Kabinet pemerintahan sudah menunjuk beberapa orang teknokrat di posisi kunci, salah satunya Darmin Nasution, serta sudah mereformasi subsidi BBM dan mengalihkan sebagian besar subsidi itu untuk belanja infrastruktur. (Riset Moody’s)

* PT Unitex Tbk (UNTX, Rp3.700) mendekati proses akhir untuk delisting dan go private, setelah menunaikan proses pengalihan saham hasil tender offer melalui pasar negosiasi . Suspensi sejak 5 Februari 2015 tersebut dibuka sementara  guna mengalihkan saham hasil tender offer. Kemarin, transaksi UNTX di pasar negosiasi tercatat Rp2,87 miliar.

* Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF, Rp1.350, NEUTRAL, TP Rp1.500) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp1 triliun-Rp1,2 triliun untuk 2016. Sebagian besar capex tahun depan akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan pabrik biosimilar di Cikarang, Bekasi.

* Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis penciptaan tenaga kerja hingga akhir tahun ini mencapai 1,4 juta orang. Berdasarkan data BKPM Hingga Triwulan III 2015, realisasi investasi mencapai Rp 259,7 triliun, naik 16,6% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 343,7 triliun.

* PT Gudang Garam Tbk (GGRM, Rp49.000, BUY, TP Rp56.000) akan mencari pinjaman sekitar Rp9 triliun pada bulan depan. Pinjaman Rp9 triliun ini untuk membayar pajak cukai rokok untuk periode tersebut. Pinjaman tersebut belum ditarik dan masih diperbankan dalam negeri dan asing.

* Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Bank Dunia dan Islamic Development Bank (IDB) dalam mendorong pembiayaan syariah untuk infrastruktur Indonesia. Saat ini, setiap sektor keuangan syariah di OJK telah menerbitkan roadmap yang merangkum beberapa strategi pengembangan industri keuangan syariah (perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keuangan non-bank syariah) untuk periode 2015-2019.

(Visited 509 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com