Ringkasan Berita 18 November 2015

• PPRO dan anak usaha KIJA akan bentuk perusahaan patungan (45:55) utk membangun apartemen sederhana milik (anami) di kawasan industri Jababeka seluas 2.58 ha.
• ADHI kantongi kontrak baru Rp10.6t hingga Oktober atau setara dengan 56.6% target 2015 sebesar Rp18.7t dan telah melampaui pencapaian kontrak baru 2014 yg sebesar Rp9.2t
• ANTM raih komitmen kredit Maybank sebesar US$100jt utk danai proyek perluasan pabrik FeNi Pomalaa. Perkembangan EPC proyek tsb hingga Oktober telah mencapai 97%.

• KAEF berharap dapat memenuhi kebutuhan garam farmasi nasional yg sebesar 6k ton tiap tahunnya. Pabrik garam farmasi perseroan berkapasitas 4k ton akan dibangun tahun depan. Sementara itu utk pabrik bahan baku obat menjadi mandat pemerintah karena sebenarnya harga impor masih lebih murah.
• Penjualan aset tidak lagi menjadi opsi dalam restrukturisasi utang UNSP yg sebesar lebih dari Rp10t.
• MYOR incar kontribusi penjualan kopi terhadap total revenue naik menjadi 40% dari 30-35% saat ini. MYOR memiliki 2 merk produk kopi, yaitu Torabika dan Kopiko. Awal tahun ini MYOR juga telah launching produk air minum kemasan dengan merk Le Minerale.

• PSAB akan bangun 2 smelter emas di lokasi tambang perseroan yg masih dlm tahap pengembangan di Sulawesi. Kapasitas tiap smelter adalah 25k oz per tahun dengan nilai investasi US$50jt.
• TINS akan realisasikan pembangunan pabrik rare earth berskala industri (3000 kg per tahun) pada 2016. Adapun pabrik rare earth skala mini berkapasitas 1500 kg per tahun di Muntok siap beroperasi awal 2016.
• CPGT berharap tahun 2016 menjadi titik balik kinerja perseroan yang terpuruk dalam 2 tahun terakhir setelah berganti nama menjadi PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk.

• META siapkan capex Rp5t hingga 2018 dan incar pendapatan tumbuh 100% dibanding 2014. Perseroan menargetkan pertumbuhan revenue double digit tiap tahunnya.
• Prospektus IPO: PT Buyung Poetra Sembada Tbk, bergerak dibidang pengolahan dan distribusi beras premium bermerek, akan melakukan penawaran umum atas 710jt saham atau setara 30.08% dr modal disetor pada 10-11 Dec (perkiraan) dan listing 16 Dec 2015.
• BI konsisten dengan pernyataannya selama ini dengan pertahankan BI Rate di 7.5% utk antisipasi gejolak finansial global. Disisi lain BI turunkan rasio GWM dari 8% menjadi 7.5% yg diharap dapat menambah kemampuan kredit perbankan hingga Rp18t.

(Visited 13,774 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com