Ringkasan Berita 19 November 2015

• SMRA antusias dengan rencana pembangunan stasiun kereta cepat Gedebage di kawasan terpadu Summarecon Bandung yg akan diluncurkan pada 21 November nanti. SMRA menargetkan marketing sales Rp4.5t dari sejumlah proyek hunian dan komersial di Bandung. Selain Bandung, SMRA juga siapkan Summarecon Makassar diatas lahan 170ha melalui JV (51:49) dengan Grup Mutiara Properti. Potensi penjualan proyek ini sebesar Rp800m tahun depan.

• WSKT berencana garap 4 ruas jalan tol baru di Bali bekerjasama dengan perusahaan daerah Bali melalui JV (75:25) Waskita Bali Mandara.

• ERAA optimis prinsipal ponsel merk global dapat memenuhi ketentuan pemerintah yg mewajibkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40% utk ponsel berbasis 4G LTE mulai awal 2017. Sementara itu penjualan ERAA hingga akhir 2015 diprediksi capai Rp16t atau tembus target awal Rp15t.

• PSAB yakin tahun ini dapat memproduksi 237k troy ounce emas, dimana hinga September produksi telah capai 197k atau 83%. Saat ini PSAB memiliki 4 blok tambang yg belum beroperasi, 2 diantaranya akan mulai produksi 2017.

• BKSL banyak melakukan penjajakan kerjasama dengan investor asing utk menggarap 1800 ha lahannya yg masih belum dikembangkan dr total 3100 ha miliknya.

• PTBA akan cairkan pinjaman senilai US$1.2m dari The Export Inport Bank of China pada 1Q16 utk mendanai proyek PLTU Banko Tengah 2×620 MW senilai US$1.59m.

• ISAT akan lakukan transaksi afiliasi dengan Ooredoo yg akan memungkinkan perseroan raih hak eksklusif utk menggunakan aset global milik Ooredoo Group. Utk itu ISAT akan dikenakan beban royalti Rp1.55t hingga 2020.

• UNSP incar lonjakan pendapatan dari produk oleokimia melalui pabrik yg diakuisisi tahun 2011 dan berkapasitas 942k metrik ton yg segera beroperasi. Jika sudah beroperasi, pendapatan UNSP akan naik 200-250%.

• SMCB jual saham Holcim Malaysia Sdn Bhd kepada Lavarge Malaysia senilai Rp1.03t dengan pertimbangan efektifitas dan efisiensi usaha serta fokus pada bisnisnya di Indonesia.

• TRIO masih lakukan pembahasan restrukturisasi utangnya senilai Rp6.4t dengan kreditur. TRIO telah gagal bayar bunga obligasi yg jatuh tempo tahun depan dan kemungkinan gagal bayar juga utk bunga utang yg kedua.

(Visited 251 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com