Ringkasan Berita 22 Oktober 2015

– Data BI posisi utang luar negeri di level US$ 303.2 M turun dari bulan sebelumnya di US$303.9 miliar. Penurunan utang ini terjadi pada sector public maupun swasta. Secara kumulatif eksport januari – September turun 13.29% US$ 115.1 M. Dengan data itu rasio utang di banding eksport atau Debt to Export Ratio di kuartal II 2015 menjadi 152.87% naik dari kuartal sebelumnya 146%. Bahkan Debt to service ratio per agustus 2015 di kisaran 50%. Hal ini perlu di waspadai karena level aman posisi DSR ialah level 30 – 33 %. Kondisi saat ini menunjukkan adanya perubahan formulasi yang di sebabkan meningkatnya jumlah utang, di sisi lain nilai eksport malah menyusut. Ini harus di waspadai. Sebab jika dua rasio ini semakin besar, artinya kemampuan membayar utang pemerintah dari hasil eksport semakin rendah. Dimana kondisi ini sulit di hindari mengingat, komoditas ekpor kita selama ini masih berbasiskan sumber daya alam.

– Bisnis lesu restrukturisasi utang di pilih. Kemampuan membayar utang jatuh tempo ikut melemah, utama nya perusahaan yang merilis obligasi valuta asing. Alhasil, jalan restrukturisasi utang di tempuh demi menyiasati tekanan beban.

– BKPM akan realisasikan kebijkann penyederhanaan proses perizinan investasi menjadi hanya 3 jam mulai 26 oktober 2015

– Pendapatan PTBA masih tumbuh 8.8%, peningkatan vol penjualan mampu menahan turunnya harga batu bara PTBA. Produksi coal PTBA selama 9M15 naik 13% yoy. Ekspor high calorie coal naik 5% yoy. Komposisi penjualan 48% ekspor, 52% domestik. Striping ratio turun menjadi 4.13 dr 4.49 di 2Q dan 5.59 di 1Q. ASP turun 2% yoy.

– MTLA tunda rencana peluncuran dua proyek baru tahun ini karena pasar yang lesu

– Pemerintah berencana menggenjot penyerapan biodiesel membuat mandatory B15. Dengan ketentuan ini emiten perkebunan pun beramai ramai masuk ke bisnis bio diesel.

– Dana supra Erapacific Tbk. Berencana stock split 10 : 1 dengan meminta persetujuan RUPSLB hari ini 21 Okt.

– PGAS dan Pemprov Kepri kerjasama manfaatkan gas bumi di Kepulauan Natuna. Selama ini Natuna mengalirkan gas ke Spore dan Malaysia.

– 2016 KAEF ekspansi Rp600m utk bangun dan beli mesin pabrik baru di Bandung dan jajaki right issue. Target laba FY15 Rp250m.

– JSMR pastikan jalan tol beroperasi normal meski ada ancaman mogok 1k pekerja pada 28-30 Okt. Dengan melakukan pengalihan tenaga kerja kontrak menjadi pegawai tetap ke dalam anak perusahaan JSMR.

– 3 investor asing minat akuisisi 50% hak partisipasi blok migas Buzi di Mozambik milik ENRG.

– ADHI peroleh kontrak baru Rp10.1t hingga 3Q15 naik 106% yoy atau 54% dr target Rp18.7t tahun ini. Berkat proyek LRT, ADHI yakin target tsb akan terlampaui.

– PPRO catat kenaikan marketing sales 40.7% yoy menjadi Rp1.24t di 3Q. Revenue naik 233% yoy menjadi Rp1t.

– Prudential Life Assurance tambah investasi di saham TINS sebanyak 3.23jt lembar pada 16 Okt. Lalu pada APLN menjadi 8.5% dr 8.39% pada periode 5-9 Okt. Pada VIVA menjadi 9.24% dr 9.2%.

– Pemerintah pertimbangkan opsi pinjaman LN utk danai pembelian 10.64% saham Freeport dan siap tunjuk ANTM serta Inalum utk mengambil saham tsb.

– Surya Semesta Internusa (SSIA ) mencatat kontrak baru dari IDR2.7tr di 9M15, naik 15,2% YoY dibandingkan dengan IDR2.3tr di 9M14. Perusahaan menargetkan untuk memiliki kontrak baru IDR4.1tr di FY15. Sektor kawasan industri mencatat penjualan pemasaran USD5.4mn di 9M15.

– Timah (TINS ) mengalokasikan belanja modal dari IDR1.2tr tahun 2016. Sumber dana akan berasal dari kas internal dan pinjaman dari beberapa bank BUMN. Bagian dari belanja modal akan digunakan untuk pembangunan smelter di Tanjung Ular kawasan industri, Bangka Belitung.

– PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan meningkatkan kapasitas produksi untuk menangkap peluang dari kenaikan permintaan semen untuk pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Sumatera Selatan dan Lampung, yang akan mulai awal 2016.

– PTPP mengejar IDR10tr kontrak baru di 4Q15 untuk mencapai target tahun ini IDR27tr.

– BNI, BRI dan BCA, siap untuk menurunkan suku bunga secara bertahap
Ruang untuk penurunan suku bunga kredit perbankan menyambut positif bankir, namun penurunan suku bunga harus bertahap. Pemerintah bermaksud bahwa bank dapat mengurangi tingakt seperti bunga dengan harapan memberikan dorongan untuk sektor riil.

– Penjualan emas Antam melewati target
PT Aneka Tambang (ANTM) mencatat penjualan emas dari 11 ton pada semester pertama tahun ini. Pencapaian ini melebihi target tahunan yang diproyeksikan sekitar 10 ton. Penjualan feronikel dan nikel Antam membukukan pendapatan IDR7,85tr 1Q15, naik 97% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

– Dwi Aneka Kemasindo Jaya (DAJK) optimistis untuk memasukkan penjualan IDR1.1tr tahun ini
DAJK positif untuk rekor penjualan IDR1.1tr tahun ini, atau naik 25% YoY.

(Visited 207 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com