Ringkasan Berita 23 Oktober 2015

BBRI: BRI Catatkan Laba Rp 18,3 Triliun per Kuartal III-2015. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 18,3 triliun pada akhir kuartalIII-2015. Jumlah itu naik tipis sebesar 1,4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 18 triliun. Dalam penjelasan resminya, Kamis (22/10/2015), tipisnya kenaikan laba bersih itu lantaran perseroan melakukan pencadangan kerugian hingga 150 persen.

BSSR: Bayar utang valas US$ 21,41 juta. PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) siap membayar sebagian utang valuta asing pada tahun ini. Utang valas BSSR yang jatuh tempo pada tahun ini berdenominasi dollar Amerika Serikat dan dollar Singapura,masing-masing US$ 21,41 juta dan S$ 43.671. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia kemarin (22/10), manajemen BSSR menyatakan nilai total utang valas per 30 September 2015 mencapai US$ 42,73 juta (Rp 581,13 miliar dan S$ 43.671 (Rp 427 juta).

 

MBAP: Mitrabara Dapat Kontrak Penjualan Batu Bara 16.000 Mt. PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) meneken kontrak penjualan batu bara kepada Brooklyn Enterprise Pte. Ltd. sebanyak 16.000 metrik ton. Direktur Utama Mitrabara Adiperdana Khoirudin mengatakan penandatanganan perjanjian dilakukan pada 21 Oktober 2015.Penjualan terbagi atas dua kapal masing-masing 8.000 MT.

ISAT: Indosat siapkan infrastruktur ICT smart region. Guna mendukung perkembangan teknologi informasi, PT Indosat Tbk memberikan dukungan kesiapan infrastruktur ICT daerah menuju smart region. “Kami memberikan penyediaan IT service yaitu cloud dan big data analysis serta M2M solutions,” ujarnya melalui rilis resmi, Kamis (22/10).

SMMA: Sinarmas Multiartha akan Jual Saham Rp 3,1 Triliun. PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) menargetkan perolehan dana sebesar Rp 3,1 triliun dari penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD). Induk jasa keuangan Grup Sinar Mas itu siap menerbitkan sebanyak 623,78 juta saham baru atau setara 10%. Direktur Utama Sinarmas Multiartha Doddy Susanto mengungkapkan, saat ini, perseroan dalam tahap finalisasi beberapa investor strategis dengan latar belakang berbagai macam bidang usaha untuk mendukung aksi tersebut. Perseroan juga mencari investor yang mempunyai reputasi bagus, baik domestik maupun asing.

AISA: Pefindo: Kinerja Tiga Pilar Sejahtera Relatif Stabil. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan kinerja PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akan relatif stabil pada tahun ini. “Perseroan diuntungkan oleh beberapa program pemerintah, terutama di sektor pertanian. Meningkatnya anggaran pertanian untuk mendorong produksi ditunjukkan oleh upaya rehabilitasi irigasi sawah, optimalisasi sawah yang tidak produktif melalui pemupukan dan benih yang tepat, dan memberikan peralatan baru untuk petani,” kata analis Pefindo Achmad Sudjatmiko dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (22/10).

(Visited 232 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com