Ringkasan Berita 26 Oktober 2015

Laba 9M15 PTPP naik 27.5% yoy menjadi Rp370m dan revenue Rp8,8t naik 13%. Namun pencapaian ini baru 46% dr target revenue Rp19t dan 51% dr target laba Rp730m.
• PTPP kerjasama dgn Perum Perumnas bangun 40 tower rusunami di Kemayoran. PTPP sebut raih kontrak baru Rp16.8t hingga September atau naik 40% yoy dan optimis capai target perolehan kontrak baru 2015 Rp27t.
• BMRI akan kejar revaluasi aset tahun ini juga utk dapatkan diskon pajak maksimal. Saat ini nilai aktiva tetap Rp7t dan akan meningkat menjadi Rp45-50t. Jadi tdk perlu right issue atau PMN lagi utk genjot penyaluran kredit infra.
• BMRI berencana turunkan bunga deposito utk nasabah tajir (special rate) menjadi 1% dibawah bunga LPS yg saat ini sebesar 7.5%
• Revaluasi aset menimbulkan konsekuensi cash flow dengan bertambahnya biaya depresiasi dan bagi industri keuangan akan meningkatkan iuran OJK. BMRI misalnya, dengan asumsi lapkeu Juni iuran OJK akan bertambah Rp20m menjadi Rp430.65m
• Pemerintah telah cairkan dana PMN Rp3.5t utk melaksanakan haknya dlm right issue ANTM.
• PLN tunjuk WSKT bangun 2 proyek jaringan transmisi listrik Duri, Riau – Pranap, Jambi dan Pranap – Perawang senilai Rp6.6t yg ditargetkan selesai 2018.
• Marubeni Corp gandeng INDY bangun PLTU 1000MW senilai US$2m di Cirebon, Jabar.
• BBTN dan Jasindo bentuk perusahaan asuransi jiwa patungan yg akan beroperasi awal 2016.
• Membaiknya kondisi bursa, tiga emiten siap gelar placement yaitu SMMA 623.78jt saham diharga Rp5006, DAJK 250jt saham diharga Rp474 dan BRNA 69jt saham diharga Rp630.
• BEI larang rencana stock split KREN krn harganya bergerak terlalu cepat. Saham KREN masih di-suspen sejak 15 Okt setelah naik 145% tdk sampai 2 bulan.
• JSMR klaim 90% dr 2800 karyawan alih daya yg akan mogok kerja telah bersedia bergabung menjadi karyawan tetap di anak usaha perseroan, PT Jasa Layanan Operasi.
• BNBR merugi Rp604m di 9M15 krn turunnya revenue dr Rp4.74t menjadi Rp4.17t dan melonjaknya rugi kurs dr Rp33.7m menjadi Rp1.19t. Ekuitas masih negatif Rp2.95t.
• BEKS berencana right issue 2.75 miliar saham diharga Rp200-225 dan ratio 1000:256. Cum date 7 Dec dan periode pelaksanaan pd 14-21 Dec. Recapital Securities yg menguasai 67.85% saham BEKS bertindak sbg pembeli siaga.
• SMSM siapkan Rp100m utk capex 2016 yg berasal dr kas internal.
• BKSL perkirakan capai marketing sales Rp900m hingga akhir tahun atau 90% dr target 2015 Rp1t. Nilai tsb turun vs Rp1.64t pada 2014. Penurunan krn proyek superblok ditunda 2016 menyusul kerjasama dgn Aeon Mall baru didapat 20 Sep.
• Meski sulit, BIRD optimis capai target pertumbuhan revenue 17% menjadi Rp5.56t dan laba 11-12% menjadi Rp816-823m tahun ini.
• MIKA targetkan miliki 18 rumah sakit hingga 2019 dengan menambah minimal 1 RS tiap tahun. Kedepan, MIKA akan berspesialisasi menjadi RS penyakit jantung.
• BNGA berencana menambah free float saham dr 3.08% saat ini menjadi 7.5% sesuai ketentuan syarat minimal. BNGA akan menerbitkan dividen saham dan pemegang saham mayoritas CIMB Group akan melepas sebagian sahamnya.
• Pada 3Q15 GIAA mengalami opportunity lost hampir sebesar US$8jt akibat kabut asap yang banyak membatalkan penerbangan. Namun GIAA diuntungkan oleh turunnya harga avtur hingga 31% menjadi US$806.5jt dr US$1.17m.
• GIAA akan ajukan proposal revaluasi aset Dec 2015 utk peroleh diskon pajak menjadi 3%.
• ANTM pertimbangkan revaluasi asetnya senilai Rp22.5t utk memperkuat pendanaan perseroan dlm rangka akuisisi Freeport.
• Danish Speciality Foods gandeng MYOR utk perbesar kapasitas produksi biskuit khas Denmark dengan merk Danisa.
• Kemampuan berinvestasi jangka panjang jadi salah satu alasan Prudential pegang 7.87% saham BRMS, 5.37% saham MDIA dan 6.08% saham VIVA.
• Deputi Gubernur BI sebut rupiah berpotensi menguat dibawah Rp13k karena dinilai masih undervalue. BI juga sebut Oktober berpotensi terjadi deflasi sehingga laju inflasi hingga akhir tahun bisa dibawah 4%, yaitu 3.4-3.6%
• Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berpotensi surplus di 3Q setelah mengalami defisit US$2.93m di 2Q. Hal ini dipicu oleh membaiknya CAD yg diprediksi turun menjadi 1.85% dr GDP vs 2.1%
• Pengembang nilai Indonesia belum miliki dasar hukum yg lengkap utk DIRE/REITs dan pasar domestik dianggap belum siap menerima kehadiran produk tsb.
• BEI targetkan 35 emiten IPO pada 2016. Sementara hingga akhir 2015 ini masih ada 10 emiten lagi yg akan IPO.

(Visited 437 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com