Ringkasan Berita 28 Oktober 2015

• JSMR akan lebih ekspansif di 2016 dan siapkan capex Rp10t atau naik 100% vs Rp5t tahun ini, diantaranya dr PMN Rp1.25t dan right issue utk danai 13 proyek jalan tol sepanjang 460 km.
• JSMR siap naikkan tarif 11 ruas tolnya sebesar 10-11% akhir bulan ini. Saat ini masih tunggu keputusan pemerintah.
• LPPF catat kenaikan laba 9M15 30.5% yoy menjadi Rp1.38t dr Rp1.06t. Penjualan kotor tumbuh 10.2% menjadi Rp12.1t
• Laba 9M15 UNVR naik tipis 3.3% yoy menjadi Rp4.18t dan penjualan bersih naik 5.6% menjadi Rp27.55t
• SMGR optimis penjualan semen 2016 akan tumbuh dengan berjalannya proyek tol trans Sumatera, trans Kalimantan, pembangunan bendungan infra kawasan timur.
• Harga right issue MAIN di Rp1200 berada direntang bawah perkiraan sebelumnya di Rp1200-Rp1600. Seluruh dana hasil PUT akan digunakan utk bayar utang bank ke BCA dan CIMB.
• SMRA mungkin akan memilih terbitkan REITs utk transfer aset anak usahanya PT. Summarecon Investment Property dan bukannya IPO krn dapat pembebasan pajak Rp600m.
• PTBA dan Inalum berencana bangun PLTU 3x350MW senilai US$1.5m
• Beralih ke bisnis biodiesel, TBLA yakin dapat meningkatkan nilai perusahaan. Laba per saham diprediksi naik 10.3% menjadi Rp139 dan nilai buku per saham menjadi Rp652 pada 2016.
• EXCL baru saja percepat pelunasan utangnya ke RBS senilai US$100jt dr pinjaman baru Rp1.5t dr Sumitomo Mitsui. Dengan pelunasan tsb, EXCL telah melunasi semua utang dollar yg tdk di-hedge.
• TPIA pastikan pembangunan pabrik karet sintesis hasil kerjasama dengan Michelin senilai US$435jt tetap berjalan tahun depan dan beroperasi 2018.
• ANTM fokus selesaikan proyek perluasan pabrik feronikel Pomalaa (P3FP) yg akan naikkan kapasitas produksi FeNi menjadi 27k-30k TNi per tahun atau menjadi produsen terbesar ke-6 di dunia. Perseroan juga terus efisienkan biaya produksinya dengan mengalihkan pembangkit listriknya ke gas dan tunjuk PGN utk suplai gas bumi.
• BBNI sebut telah menarik pinjaman dari China Development Bank sebesar US$1m. Adapun BMRI dan BBRI masih dlm proses penarikan dan tunggu hasil review.
• COWL akan revisi turun target marketing salesnya tahun ini dari rencana semula Rp2.2t
• Hasil RUPSLB DLTA setujui stock split 1:50 yaitu nominal Rp1000 menjadi Rp20 dengan jadwal cum date 2 Nov dan ex date 3 Nov.
• Pemerintah optimis pengesahan RAPBN 2016 dapat dilakukan 30 Okt pekan ini krn pembahasan antara Panja pemerintah dengan Banggar telah selesai.
• Pembahasan RUU tax amnesty menuai perdebatan dan DPR masih sempurnakan usulan guna merevisi draft awal. RUU ini ditargetkan selesai dibahas akhir November 2015m
• Moody’s: Ketahanan perbankan Indonesia masih cukup kuat. Sepuluh bank besar penyumbang 65% aset bank nasional memiliki dana penyangga yg kuat.
• Ekonomi melemah, proyek smelter mangkrak. Dari 35 perusahaan yg berjanji bangun smelter tahun depan, hanya 2 yg bisa terealisasi.
• BEI akan membuat regulasi utk mengakomodasi investor lokal dalam penyerapan saham IPO PT Freeport.
• Rekap Laba (-Rugi) Bersih Emiten 9M15 vs 9M14:

– LPPF Rp1.38t vs Rp1.06t
– WSKT Rp400m vs Rp129m
– SMBR Rp265m vs Rp221m

(Visited 530 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com