Ringkasan Berita 5 November 2015

* PT Adaro Energy Tbk: Risks of Production Cut Remains

Laba bersih 9M2015 ADRO lebih baik daripada ekspektasi karena beban bunga yang turun dan tingkat pajak efektif yang turun. Perusahaan juga mengumumkan produksi ke depan akan dipangkas karena lemahnya permintaan untuk batu bara berkalori rendah.

* PT Harum Energy Tbk: Badly hit by low price .

Laba bersih HRUM 9M2015 di bawah prediksi konsensus pelaku pasar . HRUM terkena dampak buruk dari lemahnya harga batu bara dengan penurunan produksi sebesar 30%-40% sejak 2013.

* PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengajukan kredit dari pihak lokal maupun asing untuk mengantisipasi tertundanya suntikan modal ekuitas pemerintah. Pihak tersebut termasuk China Development Bank, KfW Development Bank, dan Japan Bank for International Corporation (JBIC).

Perusahaan menyatakan membutuhkan belanja modal (capex) Rp200 triliun per tahun dan Rp70 triliun dari dana itu akan didanai dari kas internal.

* PT Surya Semesta Internusa Tbk berencana menerbitkan MTN hingga S$300 juta. Penerbitan akan dilakukan melalui anak usahanya yaitu SSIA International Pte Ltd. Fase pertama diprediksi akan setara dengan Rp658 miliar-Rp1,64 triliun. Dana dari MTN akan digunakan untuk mengakuisisi persediaan lahan (land bank) di Subang.

* Pamor Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Real Estate (DIRE/REITS) mendapat respon positif sejumlah emiten properti, karena penghapusan pajak ganda. PT Summarecon Agung Tbk , PT Intiland Development Tbk , PT Agung Podomoro Land Tbk , dan PT Pakuwon Jati Tbk mengkaji penerbitan DIRE.

* Pemerintah menawarkan kemudahan dan insentif kepada para investor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Insentif yang akan dikemas dalam paket stimulus ekonomi ke-6 tersebut antara lain menyerahkan pengelolaan KEK kepada asing, memberikan insentif diskon pajak penghasilan (PPh) antara 20%-100%, serta kemudahan asing membeli properti di KEK.

* Perusahaan private equity multinasional, Kohlberg Kravis Robert & Co (KKR), berminat membeli sebesar 20% saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI, Rp389). Setelah aksi pelepasan hak partisipasi Lemang tersebut, kepemilikan Sugih Energy, melalui Eastwin Global Investment menjadi 34%, sementara kepemilikan Ramba Energy melalui PT Hexindo Gemilang Jaya menjadi 31%.

* Standard & Poor’s mempertahankan rating kredit PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk pada level ‘B’ dengan outlook negatif karena perseroan masih mempunyai risiko utang jangka pendek. Sampai 30 September 2015, utang jangka pendek keseluruhan perseroan menyusut 13,3% menjadi Rp1,91 triliun dibandingkan dengan Desember 2014 senilai Rp2,21 triliun.

* PT Sentul City Tbk (BKSL, Rp73) akan menguncurkan investasi senilai Rp500 miliar untuk proyek landed house (rumah tapak) pada 2016. Selain itu, perseroan sudah melakukan ekspansi di Serpong, Tangerang, dengan produk landed house Serpong Natuna. Perseroan sudah meluncurkan produk ini sejak 2013 dengan total lima kluster dan sudah 2-3 kluster yang diserahterimakan.

(Visited 229 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com