Ringkasan Berita 9 November 2015

• Kinerja 3Q15 ISAT masih mencatat rugi bersih Rp1.22t vs Rp1.33t di 3Q14 karena menderita rugi kurs Rp2.33t vs Rp147m. Revenue perseroan naik 10.5% yoy menjadi Rp19.6t.
• Penyelesaian pembangunan pabrik semen INTP di Citereup Bogor molor menjadi 1Q16 dari sebelumnya ditarget rampung akhir 2015. Pabrik senilai Rp6t ini berkapasitas 4.4jt ton dan paling modern yg bisa pangkas biaya produksi $10 per ton.
• LINK tengah menyiapkan teknologi fiber to the home yg memiliki kecepatan hingga 3 Gbps dibanding 800 Mbps yang dimiliki teknologi saat ini.

• Rencana produksi komersial pabrik garam farmasi KAEF yg semula dijadwal Oktober mundur menjadi November ini. Garam farmasi ditargetkan sumbang Rp50-60m thd penjualan bersih perseroan per tahun.
• SMRA akan terbitkan obligasi berkelanjutan II dengan target sebesar Rp3t akhir tahun ini. Untuk tahap pertama SMRA akan tawarkan Rp500m.
• UNTR kembali pangkas target penjualan alat beratnya menjadi 2k unit tahun ini vs realisasi 2014 sebanyak 3.5k unit. Di awal tahun UNTR sempat patok penjualan 4k unit, lalu diturunkan menjadi 2.6k unit. Tahun depan diprediksi turun lagi menjadi 1.8k unit.

• Dapen Pertamina gandeng Islamic Development Bank (IDB) utk menguasai 10% saham KREN dari 5% saat ini. Rencana akuisisi ini ditargetkan selesai akhir tahun ini.
• KRAS incar pertumbuhan volume penjualan 25% menjadi 2.5jt ton baja pada 2016 dengan mengandalkan produk hot rolled coil yg bisa menyumbang separuh penjualan baja KRAS.
• Investor asing serap 48% saham baru HMSP dimana fund manager dan institusi asing yg memiliki cabang di Indonesia bisa dikatakan semuanya ikut membeli saham baru HMSP.

• PPRO siapkan capex 2016 sebesar Rp1.4t atau naik 75% dibanding capex 2015. Sebagian besar capex utk mendanai akuisisi lahan baru sekitar Jabodetabek bagi proyek apartemen.
• SMGR alokasikan capex 2016 Rp6-7t dimana Rp1-2t diantaranya akan diperoleh dari pendanaan eksternal paling cepat di kuartal III 2016. SMGR targetkan pembangunan 2 pabrik barunya di Aceh dan Kupang dapat terealisasi tahun depan.
• WSKT targetkan akuisisi proyek tol Batang-Semarang selesai akhir tahun ini.

• TBIG finalisasi pinjaman 10 bank senilai US$200-275jt utk refinancing utangnya yg jatuh tempo akhir Nov 2015 ini.
• Realisasi pembangunan pabrik pengolahan biji nikel menjadi feronikel ANTM di Halmahera Timur mencapai 6% per Oktober lalu dan target selesai 2018.
• Dividen: BBCA akan bagi dividen interim tahun buku 2015 sebesar Rp55 per saham dgn jadwal cum date 17 Nov, ex date 18 Nov dan payment date 9 Dec 2015.

• Dividen: EMTK akan bagi dividen interim tahun buku 2015 sebesar Rp40 per saham dgn jadwal cum date 26 Nov, ex date 27 Nov dan payment date 8 Dec 2015.
• Pemerintah melalui Permen ESDM No.37 Tahun 2015 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi melarang trader yg tidak memiliki infrastruktur gas ikut berjualan gas. Pemerintah juga akan mengontrol harga gas yang wajar sesuai kemampuan konsumen industri dan rumah tangga.

• Cadangan devisa Oktober turun menjadi $100.7m dari $101.7m bulan sebelumnya karena naiknya pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi rupiah.
• Niat Janet Yellen untuk menaikkan suku bunga acuan The Fed akhir tahun ini mendapat dukungan data tenaga kerja Amerika yg menguat di bulan Oktober. Penyerapan tenaga kerja baru mencapai 271k vs 142k bulan sebelumnya dan angka pengangguran turun menjadi 5.0% dari 5.1%.
• BEI: Indikasi gagal bayar saham SIAP di pasar negosiasi mencapai Rp200m.

(Visited 801 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com