Ringkasan berita 9 Oktober 2015

Minutes meeting The Fed semakin menegaskan tdk akan ada kenaikan FFR dithn 2015 sambil menunggu sinyal perbaikan dlm global ekonomi krn jika memaksa kenaikan FFR saat ini akan mengganggu pemulihan ekonomi AS mjd faktor DJIA kembali naik +138.46 poin (+0.82%) ditengah lebih sepinya perdagangan Kamis 08 Oct tercermin dlm volume perdagangan berjumlah 7.29 miliar saham (lebih kecil dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir berjumlah 7.49 miliar saham).

Setelah selama 4 hari IHSG naik +282 poin disertai net buy asing Rp 2.08 triliun shg Net Sell Asing YTD (8 Oct) mencapai Rp 11.15 triliun, kekuatan IHSG utk menguat nampaknya mulai terbatas krn investor mulai berpikir logis bahwa secara fundamental belum terjadi perubahan apa-apa terlebih setelah Moody’s memperkirakan tahun 2016 Indonesia akan tumbuh 4.7%, yg artinya tdk berbeda dgn thn 2015 yg juga diperkirakan tumbuh 4.7% ditengah dollar yg mulai kembali merangkak naik mendekati 13,900.

Perkembangan ekonomi dari penerimaan pajak dimana realisasi penerimaan pajak hingga akhir September 2015 adalah Rp 686,2 triliun (53,02%) dari target APBN-P 2015 sebesar Rp 1.294,2 triliun. Realisasi itu terdiri dari PPh non migas Rp 357,7 triliun (56,80%) dari target, PPN & PPnBM Rp271,7 triliun (47,13%), PBB Rp 13,2 triliun (49,57%), pajak lainnya Rp 3,8 triliun (32,80%), & PPh Migas Rp 39,7 triliun (80,2%).

DJIA +138.46 +0.82% 17050.75
NASDAQ +19.64 +0.41% 4791.15
GOLD -10.5 -0.91% 1138.20
OIL +1.86 +3.89% 49.67
COAL -0.1 -0.19% 52.15 (Rotterdam)
NICKEL +5 +0.05% 10,175
TIN -150 -0.93% 15,900
CPO -43 -1.85% 2,276
EIDO +0.68 +3.32% 21.18
TLK 39.85 (2,707)
Indo CDS +4.335 +1.90% 232 (5 yrs)
IDR 13,887

IDX Range. : 4,456 – 4,535
USD/IDR Range: 13,800 – 13,930

(Visited 492 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com