Ringkasan berita mingguan ke-2 19 Oktober 2015

XL Axiata (EXCL mengalokasikan belanja modal dari IDR7tr pada tahun 2016
XL Axiata (EXCL) mengalokasikan belanja modal (capex) dari IDR6.5-7tr di 2016. Dana belanja modal akan berasal dari internal perusahaan. Sebagian besar belanja modal akan digunakan untuk pengembangan jaringan 4G evolusi jangka panjang (LTE).

PTPP (PTPP) memperoleh kontrak baru IDR16.96tr di 9M15
PTPP (PTPP) mencatat kontrak baru dari IDR16.96tr di 9M15, meningkat sebesar 41,3% YOY. Perusahaan menargetkan untuk memiliki kontrak baru IDR27tr di FY15. BUMN proyek yang direncanakan untuk memberikan kontribusi 42% dari target kontrak baru di FY15, diikuti oleh proyek-proyek swasta dari 39% dan pemerintah proyek dari 19%.

PLTN wacana harus berujung
Pemerintah perlu menambah pembangkit listrik tenaga nuklir untuk mempertahankan gas, panas bumi, dan batu bara. Tapi sampai sekarang, tidak ada investor yang mengajukan permohonan izin untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir.

Kebijakan Paket V terkait izin di daerah
Menteri Ekonomi mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan kebijakan ekonomi Volume paket V yang membahas deregulasi perizinan di tingkat lokal. Saat ini jumlah izin di daerah ini masih sekitar 1.200 jenis, sedangkan Jakarta 518 izin. Paket ini akan diumumkan akhir tercepat Oktober 2015

Konsumsi listrik tumbuh 1,9%
PLN mencatat pertumbuhan penjualan listrik pada Januari-September tahun ini hanya mencapai 1,93% yang masih di bawah target 3% tahun ini. Meskipun, konsumsi listrik tahun lalu tumbuh hingga 6,23%.

Aliran dana haram mencapai USD6.6tr
Di tengah kekurangan pajak setiap tahun, Global Financial Integrity mencatat aliran dana haram yang dihasilkan dari penggelapan pajak dan kegiatan ilegal di Indonesia dan dikirim ke luar negeri mencapai USD6.6tr dalam dekade terakhir.

Kebanyakan serikat buruh di Indonesia menolak formula baru dari upah minimum yang dikeluarkan pada ekonomi paket IV
Kebanyakan serikat buruh bersama-sama akan merencanakan pada akhir Oktober untuk melakukan reli untuk blocade jalan tol, pelabuhan, dan pusat industri lainnya sebagai bentuk penolakan atas upah minimum baru saja mengeluarkan di ekonomi paket IV.

Hingga 3Q15 Indonesia produksi rokok menurun 14% YoY
Indonesia asosiasi rokok menyatakan bahwa alasan produksi yang lebih rendah cukai yang lebih tinggi dan lebih rendah daya beli konsumen.

(Visited 437 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com