Ringkasan Berita Saham 14 Desember 2015

  • Per akhir November 2015, porsi kepemilikan investor ritel domestik di ANTM meningkat 1,04 persen dari akhir September 2015 menjadi 16,61 persen dari seluruh saham berdasarkan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.
  • Bank Windu Kentjana Tbk (MCOR) mengubah jadwal pelaksanaan right issue (Penawaran Umum Terbatas / PUT) IV perseroan, tetapi jumlah saham dan perbandingannya tetap. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi 21-22 Desember 2015 dan di pasar tunai 28-29 Desember 2015 dengan periode perdagangan saham right 30 Desember-12 Februari 2015. Sebelumnya jadwal right perseroan untuk periode perdagangan 27 November-3 Desember 2015.
  • Proses refinancing Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan nilai mencapai sekitar USD500 juta masih belum selesai karena negosiasi dengan para kreditur belum mencapai finalisasi
  • Rencana rights issue Kimia Farma Tbk (KAEF) untuk menutup kebutuhan belanja modal tahun 2016 hingga kini masih menunggu persetujuan dari pemerintah dan DPR sehubungan dengan risiko dilusi kepemilikan saham pemerintah.
  • Felda Ajukan Skema Transaksi Baru Ke Rajawali, Saham BWPT Kembali Naik
  • Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Haryanto Adikoesoemo melepas sebagian saham miliknya pada perusahaan distributor bahan bakar minyak (BBM) ini. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2015, Haryanto tercatat menjual 1.463.200 lembar saham AKRA atau setara 0,04 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
  • Tahun depan, emas bisa jatuh di bawah US$ 1.000
  • Beberapa emiten bergegas melakukan penambahan saham beredarnya. Bursa Efek Indoensia (BEI) mencatat, ada empat emiten baru yang telah menyatakan akan mengikuti ketentuan pencatatan saham beredar.Emiten ini antara lain PT Lion Metal Works Tbk (LION), PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).
  • Aksi window dressing bisa bergeser ke awal tahun
  • PT Waskita Toll Road (WTR), anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT), resmi menguasai PT Trans Jabar Tol (TJT) setelah meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 81,64%. Trans Jabar Tol adalah pengembang proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sepanjang 54 kilometer (km).
  • PT Tritunggal Intipermata (TIP), anak usaha Salim Group, membeli sebanyak 3.314.200 saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) di pasar pada 7 Desember 2015. Harga pembelian sebesar Rp 2.050 per saham.“Setelah pembelian, kepemilikan saham TIP pada Indomobil bertambah menjadi 18,17% dari 18,05%. Tujuan pembelian saham untuk investasi jangka panjang,” jelas Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional Jusak Kertowidjojo
(Visited 2,675 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com