Ringkasan Berita Saham 2 Desember 2015

  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menyampaikan hingga akhir November 2015 telah berhasil melaksanakan pembelian kembali (buyback) sahamnya sebesar 1,07% dari saham yang beredar.
  • PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) yang sahamnya masih disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menderita kerugian bersih Rp 21,94 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2015. Angka itu membengkak tujuh kali lipat dibanding rugi bersih pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp 3,5 miliar
  • PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan penurunan laba hingga 93,7 persen secara tahunan pada periode Januari-September 2015 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu
  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) selama sembilan bulan pertama tahun ini mendulang laba bersih Rp796,36 miliar, turun 30,05 persen dari periode yang sama 2014. Penurunan laba bersih disebabkan salah satunya oleh penaikan beban keuangan-bunga, sebesar 42,55 persen pada sembilan bulan pertama 2015 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (year on year/yoy).
  • PT Intiland Development Tbk (DILD) tidak  mengubah target pendapatan (marketing sales) pada tahun ini, meski masih terdapat kekurangan sebesar Rp1,63 triliun. Dalam periode Januari—September, DILD baru mengantongi marketing sales sebesar Rp1,38 triliun, atau 45,8 persen dari target sepanjang tahun Rp3,02 triliun.
  • PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) mengalami penurunan pendapatan sebesar 14,7 persen yang diikuti oleh penurunan laba hingga 29,4 persen sepanjang sembilan bulan tahun ini seiring dengan pengetatan peredaran minuman beralkohol
  • Perusahaan pembiayaan, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) menyampaikan penjualan pembiayaan sepeda motor baru dan bekas mencapai 439 ribu unit atau tumbuh 0,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2014 sebesar 438 ribu unit.
  • Dua Putra Utama Makmur, perusahaan perikanan terintegrasi yang berbasis di Pati, Jawa Tengah, akan mencatatkan sahamnya di BEI pada 8 Desember 2015. Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2016.
  • Emiten kontruksi yang masih dikendalikan oleh Pemerintah, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) hingga November 2015 berhasil mencapai kontrak baru Rp11,1 triliun dimana pencapaian realisasi kontrak baru tersebut telah melampaui realisasi perolehan kontrak baru ADHI di sepanjang tahun 2014 yakni sebesar Rp9,2 triliun.
(Visited 1,935 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com