Ringkasan Berita Saham 26 November 2015

* Property: More changes proposed for property ownership for foreigners· Ambang batas kepemilikan properti oleh asing diusulkan turun. Menurut media lokal, Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional sedang menyelesaikan peraturan kepemilikan asing pada properti, dan sedang mempertimbangkan menurunkan ambang batas di bawah Rp10 miliar/ unit. Namun, ambang yang tepat belum dapat dipastikan dan diungkapkan. Selain itu, kementerian menyarankan membuka kepemilikan tidak hanya untuk apartemen, tetapi juga rumah tapak di seluruh negeri. Kementerian tersebut menyatakan bahwa hak akan tetap menjadi hak untuk menggunakan (Hak Pakai).

Pada saat ini, peraturan tersebut masih tetap di wilayah abu-abu dan kami lebih memilih untuk menunggu pernyataan resmi dengan batas tegas dan peraturan sebelum membuat rekomendasi tertentu. Namun, peraturan akan menguntungkan pengembang tertentu, dan yang akan paling terkena dampak adalah PWON dan CTRA. Pengembang dengan proyek-proyek perumahan di dekat kawasan industri seperti LPCK, DMAS, dan KIJA juga akan berdampak sebagai daerah ekspatriat.
* Pemerintah menandatangani kontrak 3 bendungan pada bulan November 2015 yang melengkapi target awal mereka, dari 13kontrak bendungan untuk tahun 2015 dengan total biaya konstruksi Rp9,2 miliar.

* Banking consolidation. PT MNC Investama Tbk (BHIT; Rp180) melalui anak perusahaannya MNC Kapital Indonesia berencana mengakuisisi bank kecil untuk memperbesar Bank MNC International, dan akan menggabungkan bank yang akan diakuisisi tersebut. Selain MNC Group, bank besar lain memiliki rencana untuk mengakuisisi bank-bank kecil juga pada tahun 2016, termasuk BBCA, BBNI, BBRI yang akan menggunakan bank tersebut untuk fokus di segmen tertentu, seperti di pembiayaan konsumer ritel.

Sebelumnya, bank asing lainnya juga telah memasuki bisnis termasuk perbankan nasional, salah satu diantaranya adalah APRO Financial of Korea yang mengambil lebih dari 40% saham Bank Andara. Ada juga First Pacific Taiwan dan China Construction Bank yang mengakuisisi Bank Windu Kentjana.

* XL Axiata to introduce 4G LTE service to 11 cities by November. EXCL menyatakan niatnya untuk memperkenalkan layanan 4G LTE ke 11 kota pada bulan November. Kota ini termasuk Pekanbaru, Batam, Palembang, Purwakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Pacitan, Madura, Banjarmasin dan Manado.

* Indosat and Erajaya built a JV Company. ISAT dan ERAA telah menandatangani perjanjian untuk membuat perusahaan patungan yang disebut Satera Manajemen Indonesia (50-50) untuk memperluas outlet layanan pelanggan. Mereka menargetkan untuk membuka 40-60 gerai di FY16, dengan investasi diperkirakan dari Rp1 miliar per gerai.

Outlet akan memberikan layanan terpadu untuk rencana data, handset baru, handset asuransi trade-in dan handset. Presiden Direktur ERAA mengatakan bahwa ia percaya produk dan layanan yang diberikan oleh ISAT dikombinasikan dengan kompetensi ERAA di ritel akan memberikan tingkat standar layanan baru bagi pelanggan di Indonesia

* Tax revenue realized 64% of target. Data per 22 November 2015 menunjukkan penerimaan pajak mencapai Rp828,9 triliun atau 64% dari target FY15 Rp1.294,2 triliun. Direktur Jenderal Pajak Sigit Pramudito mengharapkan pencapaian itu meningkat menjadi 85% pada akhir tahun. Secara terpisah, sebanyak enam perusahaan telah membuat permintaan untuk merevaluasi aset mereka. Total aset dinilai kembali adalah Rp10,7 triliun pada tingkat 3%; maka kantor pajak menerima Rp320 miliar

* PT Bank pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menerbitkan Obligasi Subordinasi I. Obligasi tersebut maksimal sebesar Rp500 miliar dengan bunga 11,75% sampai 12,4% per tahun. Perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai pejamin pelaksana. Sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI, Rp8.850) bertindak sebagai wali amanat.

* Emiten alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR, Rp 17.075, SELL, TP Rp13.950) menganggarkan belanja modal maksimal US$250 juta pada 2016. Seluruh kebutuhan belanja modal akan ditutup dengan kas internal. Sebagian besar belanja modal tahun depan akan digunakan untuk membeli alat-alat berat di segmen kontrak penambangan dan konstruksi.

* PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL, Rp50) akan menerbitkan obligasi wajib konversi berdenominasi rupiah dan dolar AS senilai sekitar Rp7,6 triliun. Obligas wajib konversi (OWK) berdenominasi rupiah senilai Rp4,37 triliun dan OWK Valas senilai US$266 juta (setara dengan Rp3,23 triliun, kurs Rp12.138 per doar AS).

* Produsen pati dan pemanis PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI, Rp1.900) akan melepas sejumlah saham kepada beberapa investor institusi. Rencana tersebut guna memenuhi batas jumlah saham yang beredar di publik (free float) sebesar 7,5%.

* PT Kresna Graha investama Tbk (KREN, Rp2.340) melalui anak usahanya, PT Kresna Usaha Kreatif berencana akuisisi perusahaan perdagangan online baru (start up e-commerce) tahun depan. Perseroan menyiapkan dana berkisar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun yang rencanaya dilakukan semester I/2016.

(Visited 1,279 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com