Ringkasan Berita Saham 29 Oktober 2015

• Rajawali Corpora dan Felda hari ini dikabarkan bertemu di Hong Kong terkait negosiasi akhir jual beli 37% saham BWPT. Keluarga Kuok asal Malaysia (Wilmar) diduga akan bantu Felda mengakuisisi BWPT.
• BBCA catat kenaikan laba 9M15 sebesar 9.6% yoy menjadi Rp13.38t seiring penyaluran kredit yg tumbuh 10.3% dan naiknya NIM menjadi 6.6% dr 6.5% tahun lalu.
• PGAS raih penghargaan sebagai perusahaan dengan pertumbuhan bisnis tercepat ke-10 di Asia dalam The Platts Top 250 Global Energy Company 2015.
• Kemarin BKSL groundbreaking pembangunan Aeon Mall diatas lahan seluas 100k M2 dengan nilai investasi Rp1.2t.
• Tahan ekspansi gerai, ACES hanya serap separuh capex yg telah dianggarkan sebesar Rp300m. Dari 15 gerai yg dipatok pada 2015, hanya 8 yg bisa direalisasikan.
• WTON incar Rp5-6t dr proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dlm 3 tahun mendatang.
• LPPF mencatat kinerja positif di 9M15 tdk lepas dari keberhasilan perseroan menekan beban keuangan menjadi Rp61.9m vs Rp221.6m di 9M14 dan berniat menjadi perusahaan bebas utang.
• Kontrak baru ELSA hingga September turun 22% yoy senilai $185jt vs $239jt periode sama tahun lalu.

• LPKR berencana memindahkan portofolio DIRE senilai Rp35t dari Singapura ke Indonesia secara bertahap mulai 2016.
• BBRI akuisisi 91% saham Bringin Life yg memiliki aset Rp4.6t per September 2015 dari Dapen BRI.
• KIJA sambut positif rencana Direktorat Jenderal Bea Cukai membuka pos pelabelan di kawasan dry port miliknya. Saat ini Cikarang Dry Port memiliki lahan 200 ha dan baru terpakai 45%.
• Jakarta Propertindo (Jakpro), BUMD milik DKI, gandeng BBTN bangun properti di Jakarta.
• RAPBN 2016 harus disahkan dalam rapat paripurna DPR paling lambat Jumat besok atau penyelenggaraan keuangan negara hanya bisa mengacu pada APBN 2015.
• Kementerian ESDM bersikukuh melakukan divestasi 10.64% saham Freeport melalui IPO.
• Pemerintah akan paksa 5 perusahaan sawit besar: Wilmar, Cargill, Asian Agri, Musim Mas dan Golden Agri, utk batalkan perjanjian IPOP dengan Uni Eropa dan Amerika yg sebabkan mereka tdk bisa membeli TBS dan CPO yg dianggap tdk ramah lingkungan.

• KKP akan membangun 10 kawasan sentra bisnis perikanan mulai 2016 utk meningkatkan produksi perikanan dimasa depan.
• PUPR: kontribusi industri betok pracetak dlm proyek infra akan naik 30% hingga 2019.
• BEI akan bentuk divisi baru yg akan menangani IPO dan berjanji akan mempermudah pencatatan saham di bursa tanpa menurunkan standar kualitas dan incar kapitalisasi pasar Rp6000t. BEI juga targetkan jumlah investor capai 700k tahun depan melalui program menabung saham.
• BEI akan periksa 3 broker yg terindikasi gagal bayar saham SIAP di pasar negosiasi.
• Rekap Laba (-Rugi) Bersih Emiten 9M15 vs 9M14:
– BBKP Rp795m vs Rp675m
– BNLI Rp205m vs Rp235m
– SMGR Rp3.4t vs Rp4.08t
– PSAB $29.07jt vs $12.14jt
– BBCA Rp13.4t vs Rp12.2t
– TLKM Rp11.5t vs Rp11.3t
– EXCL -Rp506m vs -Rp837m
– AALI Rp145m vs Rp1.88t
– AUTO Rp179m vs Rp641m
– ASGR Rp160m vs Rp174m
– DSFI Rp10.06m vs Rp5.21m
– SIDO Rp326m vs Rp314m
– UNVR Rp4.18t vs Rp4.05t

(Visited 1,033 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com