Ringkasan Berita Saham 3 Desember 2015

  • Waskita Karya Tbk (WSKT) telah memulai persiapan fisik pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan
  • Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) masih berpeluang mencapai target marketing sales tahun ini sebesar Rp 7,5 triliun, meskipun penjualan hingga kuartal III-2015 menurun
  • Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) akan mengeksekusi rencana penambahan modal tanpa HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih dahulu) paling cepat kuartal I-2016
  • Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah mematangkan rencana penerbitan obligasi global senilai USD500 juta pada Q1 atau Q2 tahun depan.
  • Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun 2016 sebesar Rp24 triliun atau naik 20% YoY dari target tahun 2015 yang sebesar Rp20 triliun.
  • ADHI mencatat peningkatan kebutuhan investasi total untuk proyek kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Jabodetabek sebesar 25 persen dari sebelumnya Rp24 triliun menjadi sekitar Rp30 triliun
  • SOBI memperoleh pinjaman hingga US$100 juta dari PT Cargil Indonesia, yang memiliki hubungan terafiliasi. SOBI dan Cargil Indonesia secara tidak langsung dikendalikan oleh Cargill Incorporated, perusahaan berbasis di Amerika Serikat yang bergerak di sektor utama agribisnis.
  • Indopora sudah menuntaskan penawaran awal saham perdana. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), harga saham initial public offering (IPO) Indopora dipatok Rp 1.280 per saham, atau di batas paling bawah dari harga penawaran awal yang berkisar Rp 1.280 – 1.920 per saham. Rencananya, perseroan ini akan mencatatkan sahamnya di BEI pada 10 Desember 2015 mendatang.
  • Anak usaha KIJA, PT Kawasan Industri Kendal (KIK), memperoleh fasilitas pinjaman dari Standard Chartered Bank sebesar US$ 20 juta atau setara Rp 276 miliar (kurs 1 US$ = Rp 13.800). KIK akan menggunakan pinjaman tersebut untuk membangun Kawasan Industri Kendal dan sebagai modal kerja.
  • BBHI berencana melakukan penawaran saham baru alias rights issue pada akhir 2017. Direktur Utama Bank Harda Antonius Prabowo mengatakan, rights issue ditempuh untuk memperkuat permodalan bank. Kajian awal Bank Harda, besaran dana rights issue berkisar antara Rp 50 -100 miliar
(Visited 157 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com