Ringkasan Berita Saham 4 November 2015

• SSIA berencana terbitkan MTN senilai maksimum Sin$300jt atau lebih besar dr rencana awal Sin$200jt. Seluruh dana akan digunakan utk kebutuhan akuisisi lahan. Per Sep 2015, SSIA telah akuisisi 298 ha lahan di Subang dari target 500 ha.
• TAXI alokasikan capex 2016 Rp400-500m atau naik tajam vs capex 2015 yg sebesar Rp100m utk biayai peremajaan 2000 armada.
• Setelah Dapen Pertamina, kini KKR juga diberitakan berniat membeli 20% saham SUGI karena ingin bermitra dengan Dapen Pertamina.
• DOID melalui anak usahanya BUMA raih perpanjangan kontrak jasa penambangan dr ADRO hingga 2019 senilai Rp4.2t
• META alokasikan capex 2016 sebesar Rp1.6t yg mayoritasnya utk ekspansi 1000 menara telekomunikasi baru, sisanya utk bisnis pengolahan air bersih dan energi.
• DSFI ketiban berkah depresiasi rupiah dan kebijakan pemberantasan illegal fishing dengan meningkatnya ekspor ke pasar Amerika. Penjualan perseroan per Sep 2015 yg hampir seluruhnya adalah ekspor naik 31% yoy.
• SMRA masih tunggu terbitnya regulasi Menkeu soal penghapusan pajak ganda REITs sebelum memutuskan kelanjutan IPO anak usahanya PT Summarecon Investment Property.
• MDLN pangkas target marketing sales tahun ini sebesar 24% dr Rp5.4t menjadi Rp4.1t dan menurunkan capex dr Rp2t menjadi Rp1t
• S&P pertahankan rating utang JPFA dilevel B dengan outlook negatif namun kinerja 3Q15 dinilai lebih kuat dr perkiraan sebelumnya.
• ANTM akan tentukan mitra swasta dlm proyek smelter grade alumina Mempawah akhir bulan ini.
• Asabri menyebutkan bahwa pembelian saham SIAP bagian dari strategi alokasi aset pada value stocks. Namun karena perilaku pasar ada tekanan, utk antisipasi risiko terkait anjloknya harga saham, Asabri pertimbangkan utk cut loss.
• Pemerintah menyerahkan pengelolaan Blok Kampar dari MEDC kepada Pertamina.
• Kemenkeu pastikan rata-rata kenaikan tarif cukai 11% pada 2016.
• OJK siap sesuaikan regulasi utk dorong penyaluran kredit perikanan dan mengkaji penerapan grace period utk pinjaman kpd nelayan.
• Pemerintah tawarkan kemudahan dan insentif habis-habisan kepada investor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dlm Paket Ekonomi 6, diantaranya dengan membolehkan asing mengelola dan membeli properti di KEK, diskon PPh 20-100%, prioritas utk bangun infra sendiri dan akses jalan akan dibangun oleh pemerintah.
• Lembaga riset konstruksi BCI Asia Indonesia prediksi nilai pasar konstruksi 2016 mencapai Rp394t atau turun 2% dr realisasi 2015 yg sebesar Rp402t karena depresiasi rupiah.
• European Palm Oil Conference (EPOC) 2015 yg diselenggarakan di Milan 29 Oktober lalu menyimpulkan bahwa mengganti sawit dengan minyak nabati lainnya belum tentu lebih baik bagi kesehatan, tapi bisa berdampak lebih buruk bagi lingkungan. Ini karena sawit hanya butuh lahan kurang dari 1/3 lahan minyak nabati lain. Indonesia pun siap pasok 100% kebutuhan CPO Eropa.

(Visited 539 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com