Siapa Dalang Dibalik Saham SIAP (bagian 3)

Aksi Backdoor Listing SIAP

Sebelumnya sejak 2014, PT Sekawan Intipratama Tbk menuai perhatian. Hal itu lantaran aksi backdoor listing PT Indo Wana Bara Mining Coal melalui PT Sekawan Intiprama Tbk pada 30 Juni 2014.

Kala itu, PT Sekawan Intipratama Tbk, perusahaan plastik dan kemasan melakukan penawaran umum terbatas atau rights issue dengan menawarkan saham sebanyak-banyaknya 23,4 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100.Harga pelaksanaan rights issue Rp 200 per saham.

Total dana yang akan diraup perseroan sekitar Rp 4,68 triliun. Dalam pelaksanaan rights issue, PT Danareksa Sekuritas bertindak sebagai pembeli siaga (stand by buyer).

Kalau melihat laporan keuangan PT Danareksa Sekuritas per 30 September 2015 unaudit, di pos aset ada piutang reverse repo-neto sebesar Rp 149,07 miliar dari posisi 31 Desember 2014 sebesar Rp 24,70 miliar.

Reverse repo itu merupakan efek dibeli dengan janji dijual kembali diakui sebagai piutang reverse repo sebesar harga penjualan kembali dikurangi pendapatan bunga yang belum direalisasi.

Sedangkan efek dijual dengan janji dibeli kembali diakui sebagai kewajiban repo sebesar harga pembelian kembali dikurangi beban bunga yang belum direalisasi.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk akuisisi RITS Ventures Limited. Dengan langkah mengakuisisi itu, perseroan melakukan perubahan bidang utama perseroan. Rits Ventures Limited ini pemilik 66,5 persen saham PT Indo Wana Bara Coal Mining yang menguasai konsesi izin usaha pertambangan (IUP) seluas 5.000 hektar di Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Karena itu, langkah akuisisi tersebut membuat PT Indo Wana Bara Coal melakukan backdoor listing di BEI. Backdoor listing merupakan bentuk merger akuisisi yang melibatkan di satu sisi perusahaan terbuka dan sisi lain perusahaan tertutup sehingga perusahaan tertutup menyatu, dan menjadi bagian dari perusahaan terbuka.

 

Perseteruan PT Reliance Securities Tbk. (RELI) dan PT Yuanta Securities Indonesia

Yuanta Securities Indonesia melemparkan somasi kepada Reliance Securities karena perbedaan persepsi penyelesaian kewajiban transaksi.
Di transaksi yang terjadi pada 21 Oktober 2015 ini, Reliance bertindak sebagai pembeli, sedangkan Yuanta penjual.
Menurut keterangan Reliance yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), somasi timbul karena pihak Yuanta menganggap Reliance tidak melaksanakan kewajiban kepada Yuanta sebesar Rp20 miliar atas transaksi tersebut.
“Akan tetapi, sesuai instruksi yang kami terima dari nasabah kami, penyelesaian transaksi tersebut dilakukan secara receive free of payment (FROP), yaitu transaksi tanpa pembayaran oleh kami,” tulis Direksi Reliance Securities Esterlita Widjaja dan Agung Kameswara, Senin, (16/11/2015).
Menurutnya, hal ini diperkuat ketika pihak Reliance melakukan konfirmasi ke pihak Yuanta via telepon. Karena itu, pihak Reliance yakin telah terjadi kesepakatan antara Reliance dengan Yuanta mengenai transaksi jual beli efek SIAP, baik soal harga, jumlah efek, dan mekanisme penyelesaian transaksi. Somasi yang dilayangkan Yuanta sudah ditanggapi Reliance lewat surat bertanggal 29 Oktober 2015.
“Sampai saat ini masih dalam proses negosiasi secara intensif dengan Yuanta untuk mencapai penyelesaian terbaik,” kata direksi Reliance Securities.
Menurutnya, ada pula transaksi SIAP antara Reliance dengan beberapa perusahaan sekuritas lain. Sejauh ini, pihak RELI telah mencapai kesepakatan dengan sebagian besar perusahaan sekuritas lainnya, sedangkan sisanya belum dicapai kesepakatan. Direksi RELI mengatakan pihak RELI tengah berupaya mencari penyelesaian.
“Dampak dari somasi itu yakni potensi menurunnya transaksi harian yang akan berpengaruh terhadap pendapatan operasional perusahaan maupun kepercayaan investor terhadap perusahaan,” kata direksi RELI.

 

PENGHENTIAN AKTIVITAS TAMBANG SIAP

Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti ditulis Selasa (17/11/2015), Direktur Utama PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP), M. Suluhuddin Noor menuturkan penghentian sementara aktivitas kegiatan batu bara ini karena ada kendala perizinan tambang terkait karena masih dalam proses. Selain itu, perseroan juga masih kesulitan pendanaan operasi terutama pembebasan lahan.

“Karena itu dipandang perlu dilakukannya kegiatan sosialisasi dan persuasi di lapangan guna menghindari dampak lebih lanjut terhadap kegiatan usaha pertambangan secara keseluruhan,” kata Suluhuddin.

Aktivitas penambangan batu bara PT Sekawan Intipratama Tbk ini melalui IWBMC dihentikan sementara sejak Kamis 12 November 2015.

Penghentian sementara ini tidak termasuk kegiatan-kegiatan perencanaan dan pra operasional pembangunan PLTU mine-mouth dan PLTU Biomassa yang dilakukan di luar area-area pertambangan IWBMC yang tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan pemegang saham pengendali yaitu Fundamental Resources Pte Ltd.

“Saat ini kami sedang melakukan kegiatan sosialisasi dan persuasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang ada,” ujar Suluhudin.

 

LEBIH JAUH DENGAN EKSEKUTIF AWAL SIAP

Ketika melakukan penelusuran lebih dalam tentang nama Reiner Latief kami mendapati keterkaitan namanya dengan beberapa entitas usaha di luar negeri

OFFSHORE ENTITIES
ROLE ENTITY FROM TO
Shareholder Of Kondur Trading Limited N/A N/A
Shareholder Of Far Eastern Hydrocarbons Limited N/A N/A
Vice President Of RELIANCE UNIVERSAL LTD 21 Feb 2000 14 Oct 2002
Director Of Kondur Trading Limited 23 Nov 2000 N/A
Director Of Far Eastern Hydrocarbons Limited 23 Nov 2000 N/A
Officer Of Great Power Holding Services Limited 23 Nov 2000 N/A
Director Of Kalila Energi Hijau Limited 28 Nov 2001 N/A
Director Of COSTA INTERNATIONAL GEBANG LIMITED 8 Jul 2002 N/A
Director Of GREAT DIAMOND LIMITED 5 Sep 2002 N/A
Director Of RELIANCE UNIVERSAL LTD 14 Oct 2002 N/A
Shareholder Of RELIANCE UNIVERSAL LTD 14 Oct 2002 N/A
Director Of GLOBAL OVERSEAS ENTERPRISE LIMITED 7 Oct 2003 N/A
Director Of ASIAN WORLDWIDE GROUP LIMITED 7 Oct 2003 N/A
Director Of BLUE SAPPHIRE GROUP INC. 5 Dec 2003 N/A
Director Of Energi Mega Pratama Inc. 5 Dec 2003 27 Feb 2007
Director Of KALILA (BENTU) LIMITED 27 Dec 2003 24 Jun 2005
Director Of KALILA (KORINCI BARU) LIMITED 27 Dec 2003 24 Jun 2005
Director Of Grandview Offshore Group Inc. 4 Jun 2004 N/A
Director Of KALILA RESOURCES LIMITED 6 Jun 2004 N/A
Shareholder Of KALILA RESOURCES LIMITED 6 Jun 2004 N/A
Director Of Hazelton Resources Limited 3 Sep 2004 N/A
Shareholder Of Hazelton Resources Limited 23 Sep 2004 N/A
Director Of Widegate Ventures Limited 4 Oct 2004 N/A
Shareholder Of Widegate Ventures Limited 4 Oct 2004 N/A
Director Of Scott Asia Trading Limited 4 Oct 2004 20 Apr 2005
Director Of Great Power Holding Services Limited 29 Oct 2004 4 Jul 2006
Shareholder Of Great Power Holding Services Limited 22 Nov 2004 4 Jul 2006
Director Of NEW EARTH VENTURES LTD 6 Sep 2005 18 Oct 2005
Director Of GreenStar Assets Limited 6 Sep 2005 30 Mar 2007
President Of GreenStar Assets Limited 23 Sep 2005 23 Aug 2007

 

Ketika kami mencoba masuk ke Kondur Trading Limited kami mendapati sejumlah nama yang menjadi bagian dari entitas ini

OFFICERS & MASTER CLIENTS
ROLE NAME APPOINTMENT RESIGNATION
Master Client PT ENERGI TIMUR JAUH N/A N/A
Records & Registers Portcullis TrustNet (BVI) Limited N/A N/A
Shareholder Rennier Abdul Rachman Latief N/A N/A
Shareholder Indra Usmansjah Bakrie N/A N/A
Director Chandra Purwanto 23 Nov 2000 N/A
Director Rennier Abdul Rachman Latief 23 Nov 2000 N/A

 

LISTED ADDRESSES
ADDRESS
Portcullis TrustNet Chambers P.O. Box 3444 Road Town, Tortola British Virgin Islands (W.E.F 9 December 2005)

 

Sedangkan penelusuran lainnya..

Muhammad Suluhuddin Noor, 73

President Director, PT Sekawan Intipratama Tbk

Mr. Muhammad Suluhuddin Noor is President Director at PT Sekawan Intipratama Tbk and President Commissioner at PT Benakat Barat Petroleum. He is on the Board of Directors at PT Benakat Integra Tbk.

Mr. Noor was previously employed as Commissioner by PT Elnusa Tbk, President & General Manager by EMP Kangean, Ltd., Chief Operating Officer by PT Energi Mega Persada Tbk, Chief Operating Officer by PT Energi Timur Jauh, General Manager & Vice President by Kondur Petroleum SA, and a Manager-Engineering by PT Stanvac Indonesia.

 

Bersambung …

Sumber data : Bloomberg, Creative Trading System, Berita1.

(Visited 123,395 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com