TBIG Siapkan Rp1 Triliun untuk Deviden 2016

Rumor, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana mengalokasikan dana sekitar Rp1 triliun untuk dividen atau pembelian kembali saham (buyback) melalui program pembelian saham yang telah disetujui ketika situasi pasar menguntungkan.

“Kami berharap jumlah ini tumbuh setiap tahun dan diperkirakan kebijakan tersebut tidak secara material memengaruhi rasio leverage yang dihitung oleh kreditur kami,” tutur CEO TBIG Hardi Wijaya Liong melalui publikasi BEI, Selasa (24/11).

Ia beranggapan, langkah ini dilakukan karena perseroan telah berhasil menyelesaikan dua aktivitas penggalangan dana dari penerbitan utang pada 2015. Artinya, pada tahun depan TBIG memulai kebijakan pengembalian untuk pemegang saham dalam bentuk dividen yang substansial dan atau pembelian kembali saham.

“Dikarenakan oleh belanja modal kami ke depannya selalu bersifat diskresioner, kami akan tetap menggunakan pembiayaan melalui utang untuk mendanai belanja modal yang berkelanjutan dan sesuai kebijakan yang sudah berjalan lama, hanya bila didukung oleh kontrak baru dengan pelanggan selama 10 tahun,” ujarnya.

Dengan cara tersebut, leverage perseroan selalu terjadi hanya ketika didukung oleh kontrak jangka panjang. Alhasil, kredit tidak pernah seimbang walaupun perseroan tetap fokus memprioritaskan struktur yang konsisten dan risiko rendah untuk kreditur.

Dengan pendapatan kontrak ini dan biaya berkelanjutan yang minimal, ia mengakui dapat memperkirakan arus kas minimum dan menggunakan sejumlah kelebihan untk para pemegang saham.

Sementara itu, Direktur Keuangan Tower Bersama, Helmy Yusman Santoso, menyatakan bahwa setiap inisiatif baru untuk para pemegang saham tidak akan mengubah struktur kreditur perseroan. Standar metrik leverage yang diterapkan kepada pelanggan industri telekomunikasi, seperti rasio utang terhadap ebitda, tidak secara akurat mencerminkan manfaat dari pendapatan perseroan yang terjamin selama 10 tahun.

(Visited 1,829 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com