Tol Laut Resmi Diluncurkan

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan dan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong, pagi ini meresmikan pengoperasian 3 dari 6 trayek ‘tol laut’ yang ditetapkan oleh Kemenhub pada tahun anggaran 2015.

Jonan dalam “Peluncuran Perdana penyelenggara Kewajiban Pelayanan punlik untuk Angkutan Barang dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut Anggaran 2015” di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu mengatakan untuk pengoperasian pertama dengan tiga kapal dan tiga ruas trayek.

Tiga trayek tersebut di antaranya, Kode Trayek T-1 Tanjung Perak – Tual – Fak fak – Kaimana – Timika – Kaimana – Fak fak – Tual -Tg Perak (Doperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III – 32.

Kode Trayek T – 4 : Tg. Priok – Biak – Serui – Nabire -Wasior – Manokwari – Wasior- Nabire – Serui – Blak – Tg Pnok. (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga Ill – 22).

Kode Trayek T -6 : Tg. Priok – Kijang – Natuna – Kijang – Tg Priok. (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III – 4).

“Sehubungan dengan keterbatasan waktu yang tinggal 0 bulan dan ketersediaan armada PT Pelni, maka untuk hal ini baru dioperasikan tiga unit kapal untuk 3 tiga ruas trayek dengan nilai subsidi sebesar Rp30 miliar,” katanya.

Jonan mengatakan sebetulnya telah ditetapkan enam trayek yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor AL.108/6/2/DJPL-15 tentang Jaringan Trayek Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang Dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut Tahun Anggaran 2015.

Besaran Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang Dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut tersebut sebesar Rp257,907,959,000 dengan enam unit kapal.

Dalam rangka pelaksanaan program tot laut tersebut, maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan memberikan penugasan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI.

Penugasan tersebut tertuang datam Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Pubtik untuk Angkutan Barang Dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut yang diikuti dengan terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 161 Tahun 2015 tanggal 16 Oktober 2015 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang di Laut dan peraturan Menteri Perhubungan Nomor 168 Tahun 2015 Tentang Tarif Angkutan Barang Dalam Negeri dan Bongkar Muat Dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut

Untuk mendukung operasional kapal, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengucuri subsidi Rp 30 miliar untuk 3 rute ini hingga akhir 2015.

Subsidi ini diberikan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebagai pemilik kapal. Kapal yang dioperasikan memiliki kapasitas 115 TEUs.

Menurut Mendag Thomas Lembong, dengan 3 trayek ‘Tol Laut’ ini, akan dapat memangkas 30% harga barang di Indonesia Timur terutama daerah terpencil.

(Visited 568 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com