Trikomsel TRIO Gagal Bayar Bunga Obligasi November 2015

Perusahaan Indonesia berbasis pengecer ponsel Trikomsel Oke memberitahu pemegang obligasi bahwa itu pasti akan gagal memenuhi kewajiban pembayaran bunga pada dua obligasi denominasi dolar Singapura pada bulan November dan Desember 2015. Perusahaan telah mengalami krisis keuangan karena rupiah depresiasi, akan mengajukan proposal restrukturisasi utang kepada kreditur pada bulan November. Hal ini menjadi default pertama dalam mata uang lokal pasar obligasi korporasi Singapura sejak Celestial Nutrifoods Ltd dan Sino-Lingkungan Technology Group Ltd gagal pada tahun 2009.

Gagal bayar ┬áTrikomsel Oke juga akan melemahkan kepercayaan investor dalam makalah utang yang diterbitkan oleh perusahaan Indonesia lainnya. Sebelumnya pada Oktober, perusahaan jasa keuangan American Standard & Poor memperingatkan bahwa default perusahaan Indonesia ‘merupakan ancaman serius selama 18 bulan ke depan mengingat neraca terkikis mereka di tengah perlambatan ekonomi negara dan rupiah lemah. Sementara itu, lembaga pemeringkat kredit Indonesia Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat perusahaan Trikomsel Oke untuk ‘BB +’ (kredit-watch dengan implikasi negatif) dari ‘BBB’ (stable outlook).

Gejolak keuangan di Trikomsel Oke disebabkan oleh perlambatan ekonomi Indonesia (pertumbuhan PDB telah jatuh ke terendah enam tahun 4,67 persen y / y pada kuartal kedua 2015). Dengan menyebabkan perlambatan daya beli orang Indonesia, penjualan perusahaan dan pendapatan melemah. Hal ini diperburuk dengan depresiasi rupiah yang tajam. Sejauh tahun ini, rupiah telah melemah 9,5 persen terhadap dolar AS dan 3,5 persen terhadap dolar Singapura.

Gejolak keuangan ini apabila berkepanjangan ditengarai akan mengakhiri kiprah bisnisnya di dunia telekomunikasi Indonesia.

(Visited 874 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com