Wika Beton WTON Incar Proyek Besar

Rumor Saham, PT Wika Beton Tbk tengah membidik kontrak-kontrak besar guna meningkatkan pendapatan dua kali lipat pada tahun depan. Apabila pada tahun ini perusahaan menargetkan pendapatan Rp 2,6 triliun, maka tahun depan diharapkan nilainya meningkat menjadi Rp 5,2 triliun.

Manajemen WTON menyampaikan beberapa kontrak penyediaan beton yang dilakukan perusahaan sebagian besar dilakukan secara tahun jamak (multiyears) sehingga penjualan selalu terjadi di peralihan tahun. Apalagi, lanjutnya, pada tahun depan perusahaan masih menyediakan pengadaan beton bagi proyek Light Rail Transit (LRT) dan mengincar proyek High Speed Railways (HSR) atau kereta cepat Jakarta – Bandung.

WTON mengincar permintaan tinggi dari proyek LRT milik PT Adhi Karya dan HSR dengan kontraktor PT Wijaya Karya (Wika).

Kontribusi proyek kereta cepat bisa sangat besar kepada pendapatan, di mana nilai penjualan beton bisa mencapai Rp 9 hingga Rp 10 triliun selama tiga tahun masa pengerjaan proyek.
Wika Beton saat ini fokus pada proyek yang tengah berjalan seperti proyek Mass Rapid Transportation (MRT). Pada September lalu, melalui anak usaha PT Wijaya Karya Komponen Beton (Wika Kobe) telah menyediakan 5.400 beton senilai Rp 190 miliar hingga tahun depan.

Termasuk juga proyek beberapa PLTU. Yang terakhir di Pangkalan Susu, sementara proyek PLTU Teluk Naga, Cilacap, dan Tanjung Jati dijadwalkan rampung akhir tahun ini.

Alokasi Rp 528 miliar  akan digunakan untuk pengembangan usaha dan menambah cetakan-cetakan baru. Pendanaan belanja modal tersebut rencananya akan menggunakan dana sisa penerbitan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp 250 miliar dan menggunakan pendanaan eksternal untuk sisanya.

Sampai kuartal III 2015, Wika Beton membukukan penjualan sebesar Rp 1,55 triliun atau mencapai 59,6 persen dari target pendapatan tahun ini Rp 2,6 triliun.

Sejauh ini, ketiga pembeli utama beton milik perusahaan adalah Wika (10 persen), PT Oki Pulp and Paper Mills (8 persen), dan PT Energi Sejahtera Mas (8 persen). Mayoritas penggunaan beton perusahaan diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur dengan proporsi 44 persen.

PT Wika Beton Tbk juga tengah mempertimbangkan untuk membentuk anak usaha pada awal tahun depan guna memperkuat produksi beton pracetak (precast).

Perseroan memilih untuk membentuk usaha baru ketimbang mengakuisisi perusahaan yang sudah ada (existing). Pembentukan anak usaha baru ini merupakan upaya perusahaan memperkuat konsolidasi penyediaan beragam komponen yang terkait dengan produksi beton.

 

Saat ini Wika Beton memiliki tiga anak usaha, yaitu PT Wijaya Karya Komponen Beton (Wika Kobe) dengan kepemilikan 51 persen, PT Citra Lautan Teduh (CLT) dengan kepemilikan kepemilikan 99,5 persen, dan PT Wika Krakatau Beton dengan kepemilikan 60 persen.

Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, CLT dan Wika Kobe membukukan penjualan sebesar Rp 25,88 miliar atau berkontribusi 2,96 persen dari total penjualan perusahaan yang mencapai Rp 873,94 miliar

(Visited 2,785 times, 1 visits today)

redaksi

www.beritasaham24.com